Dari bugil hingga lepas jilbab, 5 demo unik perempuan tuntut haknya
Merdeka.com - Zaman dulu kaum perempuan identik dengan mengurus rumah tangga, dari mulai dapur hingga kasur. Namun zaman kini kaum perempuan, terutama di negara maju dan kota besar, tidak lagi melulu berkutat dengan urusan dapur sampai kasur.
Kaum hawa di zaman modern sudah kian lantang menyerukan kesetaraan dengan kaum laki-laki. Di negara-negara maju gelombang kesetaraan bergaung di tengah kehidupan sehar-hari diserukan oleh kaum yang disebut feminis. Mereka punya agenda utama: menuntut hak-hak perempuan dan kesetaraan dengan kaum lelaki.
Namun di sejumlah negara perjuangan mereka tidaklah mudah. Terutama di negara yang kehidupan bermasyarakatnya masih didominasi kaum laki-laki.
Akhirnya kaum perempuan di negara-negara itu berusaha menyerukan dan menuntut hak-hak mereka dengan cara unjuk rasa.
Berikut adalah lima demonstrasi kaum perempuan yang terbilang unik dan ekstrem, mulai dari melepas jilbab hingga setengah bugil:
Perempuan Saudi nekat demo nyetir mobil
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comLebih dari 60 perempuan di seantero Arab Saudi kemarin mengaku mengemudikan mobil sebagai bentuk penentangan terhadap larangan menyetir bagi kaum hawa di negeri itu.Surat kabar the Washington Post melaporkan, Ahad (27/10/2013), mereka berunjuk rasa dengan mengkampanyekan bahwa mengemudi seharusnya menjadi pilihan kaum perempuan. Selama ini paham Wahabi yang berurat akar di Saudi melarang kaum perempuan mengemudi karena dianggap melanggar aturan Islam.Meski tidak ada peraturan resmi tertulis melarang perempuan mengemudi, pihak berwenang kemarin tidak menangkap kaum hawa yang menyetir karena persoalan Surat Izin Mengemudi (SIM). Kelompok pegiat hak asasi mengatakan perempuan yang mengemudi kemarin itu mendapatkan SIM mereka dari luar negeri.Profesor sekaligus aktivis di Universitas Raja Saud Aziza Youssef mengatakan penyelenggara protes itu mengaku menerima 13 rekaman video dan 50 pesan singkat dari kaum perempuan yang memperlihatkan mereka sedang mengemudi.May al-Sawyan, 32, ibu dua anak dan seorang pengamat ekonomi mengaku dia menyetir mobil dari pergi-pulang dari rumahnya di Ibu Kota Riyadh menuju sebuah gerai supermarket. Pegiat mengunggah video berdurasi empat menit saat Sawyan sedang menyetir ke media sosial YouTube."Saya hanya menyetir sebentar saja. Saya tidak membawa mobil jauh-jauh," kata Sawyan.
Perempuan Mesir unjuk rasa dengan pisau dapur
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDalam unjuk rasa di Ibu Kota Kairo, Selasa, kaum hawa menentang pelecehan seksual dengan mengayun-ayunkan pisau dapur ke udara. Surat kabar USA Today melaporkan Kamis (14/2/2013), demonstrasi itu dipicu pernyataan ulama Salafi Mesir Ahmad Mahmud Abdullah pekan lalu yang mengatakan perempuan berunjuk rasa layak diperkosa.Selama masa unjuk rasa menentang Presiden Muhammad Mursi dalam beberapa bulan terakhir banyak perempuan menjadi korban pelecehan seksual. Sebanyak 70 orang tewas ketika bentrokan dengan polisi pada 25 Januari lalu. Sejumlah pelecehan seksual atau kasus pemerkosaan selama unjuk rasa meningkat dalam setahun terakhir.Para pegiat melaporkan sejumlah kasus pelecehan seksual yang terjadi di sekitar Lapangan Tahrir, Kairo, dalam beberapa demonstrasi terakhir. Salah satunya adalah kasus pemerkosaan terhadap gadis 19 tahun. Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak pemerintah Mesir melakukan tindakan terhadap kejadian itu.Para pegiat menyatakan para pelaku pelecehan seksual itu adalah dari pihak penentang demonstrasi. Hingga hari ini belum ada kelompok yang dihukum."Terkadang perempuan itu sendiri yang bertanggung jawab penuh atas tindak pemerkosaan yang terjadi karena dia melibatkan diri dalam unjuk rasa," kata anggota parlemen Adel Afify seperti dikutip beberapa surat kabar Mesir
Perempuan Iran kampanye lepas jilbab di Facebook
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comJurnalis perempuan Iran tinggal di London Masih Alinejad, Inggris, baru-baru ini mengkampanyekan lepas jilbab kepada kaum hawa di Iran melalui media sosial Facebook.Surat kabar the Guardian melaporkan, Selasa (12/5/2014), kampanye di Facebook dibuat sebelas hari lalu itu sejauh ini menarik perhatian kaum perempuan Iran dan sudah mendapat 130.000 likes. Alinejad menyebut kampanye itu "Kebebasan Tersembunyi Perempuan Iran."Namun Alinejad mengatakan dia tidak menolak jilbab dan ibunya juga memakai kerudung."Tapi dia meyakini setiap orang harus punya kebebasan buat memilih," kata laporan the Guardian kemarin.Kampanye di Facebook itu dilakukan dengan memajang foto-foto perempuan Iran melepas jilbabnya di jalanan, taman, dan pantai.Seorang perempuan mengunggah foto dia sedang menyetir mobil dan menulis:"Kebebasan tersembunyi saya adalah ketika menyetir mobil di jalanan Teheran dan saya suka ketika angin berhembus mengenai wajah."Alinejad mengatakan dia sudah menerima banyak kiriman foto dalam beberapa hari belakangan yang mendukung kampanyenya."Saya sulit tidur dalam tiga hari belakangan ini karena banyak yang mengirim foto dan pesan kepada saya," kata Alinejad.
Belasan wanita cantik bercelana jin ketat demo tolak poligami
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBelasan wanita muda cantik bersama puluhan ibu demonstrasi di halaman kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jalan P Diponegoro, Medan, Selasa (21/4). Mereka demo pada Hari Kartini untuk menentang praktik poligami.Anehnya, para wanita cantik ini demo dengan menggunakan high heels, busana seragam; kemeja putih dan celana jins ketat. Dalam aksinya, mereka mengajak peringatan Hari Kartini menjadi momentum untuk menolak praktik-praktik poligami."Ini Hari Kartini. Jadi laki-laki jangan lagi poligami," kata seorang pendemo Cut Melita.Para perempuan ini membawa sejumlah poster bergambar dirinya masing-masing. Di poster itu juga tertulis sejumlah statement yang menyebut nama Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho.Pendemo menuding Gatot telah berpoligami. Mereka turut membawa poster bergambar orang nomor satu di Pemprov Sumut bersama perempuan, dan ada poster yang bertulis 'Ampun ah cintaku ditolak. Pak Gatot lebih pilih anak Bandung."Demo ini dipicu ramainya kabar Gatot telah berpoligami beberapa tahun belakangan. Ibu-ibu dan wanita muda itu menyatakan menolak tegas praktik poligami yang dinilai tidak memihak kaum perempuan."Aksi ini memperingati Hari Kartini. Karena ibu kita Kartini berjuang agar perempuan lebih terhormat, tidak menjadi pemuas nafsu," kata koordinator aksi Nana di lokasi sama.Selain itu, mereka juga meminta agar Gubernur Sumut segera menyelesaikan berbagai permasalahan yang menyangkut kehidupan kaum perempuan di Sumut. "Jangan gara-gara wanita cantik lupa dia akan tugas-tugasnya," ucap Nana.Aksi belasan wanita muda ini menarik perhatian warga. Tidak sedikit pengguna jalan yang memperlambat laju kendaraan untuk melihat demo.
Dukung perempuan telanjang dada, ratusan wanita demo setengah bugil
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comRatusan pengunjuk rasa perempuan setengah bugil di Waterloo, Ontario, Kanada, kemarin, buat membela hak kaum hawa untuk bertelanjang dada setelah insiden tiga kakak-adik perempuan dilarang bersepeda setengah bugil.Demonstrasi yang memperlihatkan payudara itu digalang oleh tiga kakak-adik Tameera, Nadia, dan Alysha Muhamad. Bulan lalu ketiga muslimah itu sempat ditegur polisi lantaran membuka baju ketika sedang beristirahat setelah bersepeda di kawasan Kitchener, seperti dilansir the Sun Daily, Ahad (2/8).Ketika kakak-adik itu kemudian mengajukan protes ke kantor polisi Waterloo.Sejumlah pengunjuk rasa ramai-ramai berteriak dan mengacungkan spanduk bertuliskan "Itu cuma payudara, bukan bom, santai sajalah" dan "Ketelanjangan bukanlah seksual".Polisi Waterloo Mike Haffner dalam akun media sosial Twitternya kemarin mengatakan demonstrasi itu berlangsung aman dan damai.Ketiga kakak-adik itu mengajak orang-orang di Facebook untuk mengikuti unjuk rasa dengan tajuk "Telanjanglah bersama kami: Demo Kebebasan Bertelanjang Dada""Perempuan masih tidak bebas bertelanjang dada di muka umum tanpa mendapat pelecehan dari orang-orang, termasuk petugas berseragam," kata pernyataan di laman Facebook itu.Mereka menggalang demo untuk mendukung hak perempuan bertelanjang dada di depan publik dan sekaligus memperlihatkan bahwa payudara kaum hawa bukan lagi hal yang porno.Menurut undang-undang pada 1996, kaum perempuan di Ontaria dibolehkan bertelanjang dada di muka umum.Juni lalu insiden serupa terjadi ketika seorang bocah perempuan delapan tahun bertelanjang dada dan ditegur petugas kolam renang untuk menutupi dadanya di Guelph, Ontario.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya