Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dari bengis jadi manis

Dari bengis jadi manis Taliban. ©www.alarabiya.net

Merdeka.com - Sejagat tersentak kaget saat kelompok ekstremis Taliban membuka kantor perwakilannya di Ibu Kota Doha, Qatar. Sebuah niat baik tidak disangka-sangka jelas banyak pihak lega sekaligus kebingungan. Ada apa dengan mereka?

Taliban memang terlihat melunak seperti dilansir kantor berita AFP (18/6). Setelah di bulan sebelumnya mereka memenggal dua bocah dituding mata-mata, serta berperang di Pakistan menyebabkan wakil pemimpin di sana tewas.

Kelompok ekstremis ini mungkin berbahaya dan mendapat cap teroris, namun ternyata mereka masih mau membuka diri demi mendengarkan masukan terbaik. Stasiun televisi ABC News melansir Taliban nampak sudah bosan angkat senjata dan melihat negara asal mereka terpuruk, "Kami ingin mengundang pelbagai kelompok memberikan solusi damai untuk Afghanistan," ujar Taliban.

Bukan hanya meminta saran, Taliban juga mengajak banyak organisasi lain seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk media berdialog dengan mereka. "Itu sebabnya kami membuat kantor perwakilan. Kami ingin pemecahan masalah," kata mereka.

Kantor perwakilan Taliban ini disambut baik Amerika Serikat. Seorang pejabat senior Negara Adidaya itu mengatakan dalam waktu dekat pihaknya bakal menggelar pertemuan perdana dengan kelompok Taliban. Namun sumber dari Afghanistan mengatakan pembukaan tempat itu sebab desakan Ibu Kota Washington D.C. Terbukti beberapa jam setelah melansir kantor perwakilan, Presiden Barack Hussein Obama langsung minta diatur jadwal berdialog dengan Taliban.

Obama bakal membahas langkah mengakhiri perang di Afghanistan berlangsung 12 tahun. "Ini adalah langkah awal penting menuju perdamaian. Meski ini baru langkah awal kami siap mengatasi tantangan sulit dalam menjalaninya. Fakta bahwa kedua pihak punya kesempatan dialog merupakan hal penting," lanjut Obama.

Obama berkukuh Taliban harus mau menerima konstitusi Afganistan dan melepaskan hubungan dengan Al Qaidah. Taliban juga harus mengakhiri kekerasan dan berjanji melindungi kaum perempuan dan minoritas di negeri itu.

Tak hanya barat. Sejagat juga menyambut baik usaha ini. Terlebih Qatar. Wakil Menteri Luar Negeri Qatar Ali bin Fahd al-Hajri mendukung langkah ini. "Kantor itu akan mendorong terciptanya perdamaian dan jauh dari kegiatan militer serta kekerasan di dalam atau di luar Afghanistan," ujar Hajri. (mdk/din)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP