Dampak keputusan Trump soal Yerusalem, jelang Natal turis sepi di Betlehem
Merdeka.com - Kota Betlehem di Tepi Barat, Palestina, kini tengah bersiap menghadapi perayaan Natal tahun ini di tengah masih panasnya bentrokan antara warga Palestina melawan tentara Israel akibat keputusan Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Namun ada yang berbeda dalam suasana persiapan Natal tahun ini di Betlehem dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kota kelahiran Yesus itu hingga kini masih sepi dari turis karena khawatir terhadap bentrokan yang masih terjadi.
Uskup Agung Yerusalem Pierbattista Pizzaballa mengatakan puluhan kelompok turis membatalkan rencana kunjungan karena khawatir dampak kekerasan setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
"Tentu ini menciptakan ketegangan di sekitar Yerusalem dan ini mengalihkan perhatian dari Natal," kata pejabat tinggi gereja Katolik di Yerusalem tentang pengumuman Trump, seperti dilansir dari AFP, Kamis (24/12).
Namun dia menekankan perayaan Natal akan berjalan sesuai rencana.
Saat ini ada sedikitnya 50.000 orang Kristen Palestina atau sekitar dua persen penduduk yang mayoritas muslim di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Kementerian pariwisata Israel mengatakan persiapan Natal belum terpengaruh dengan kekerasan yang terjadi dan diperkirakan jumlah umat Kristen meningkat 20 persen tahun ini dibandingkan tahun 2016.
Juru bicara kepolisian Israel mengatakan personel tambahan akan ditempatkan di Yerusalem dan di persimpangan ke Bethlehem untuk memudahkan perjalanan dan akses bagi ribuan wisatawan dan pengunjung. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya