Dampak keputusan Trump, Airbus akan evaluasi kerja sama dengan Iran
Merdeka.com - Produsen pesawat Eropa Airbus mengatakan perlu meninjau kembali atas keputusan Amerika Serikat yang mengundurkan diri dari kesepakatan nuklir Iran.
"Kami dengan hati-hati menganalisis pengumuman dan akan mengevaluasi langkah selanjutnya sesuai dengan kebijakan internal kami, dan sepenuhnya mematuhi sanksi dan regulasi mengenai aturan ekspor," kata Kepala komunikasi Airbus Rainer Ohler, dikutip dari kantor berita Pemerintah Iran, IRNA, Rabu (9/5). Seraya menambahkan bahwa evaluasi ini tentunya akan memakan waktu.
Sebelumnya Boeing telah mengambil sikap tersebut dan akan mengikuti kebijakan AS.
CEO Boeing, Dennis Muilenburg, telah mempersiapkan untuk mengerem penjualan pesawat mereka ke Iran, bahkan sebelum Donald Trump mengeluarkan pernyataan resmi.
Boeing memiliki kesepakatan untuk menjual 80 pesawat ke Iran Air, dan tambahan 30 jet komersial ke Aseman Airlines ke negara itu. Untuk menggantikan armada pesawat komersial Iran yang semakin menua akibat adanya sanksi yang diberlakukan.
Atas keputusan itu, Boeing dan Airbus akan kehilangan kontrak senilai sekitar USD 39 miliar.
Trump mengatakan bahwa AS menarik diri dari kesepakatan untuk mengekang program senjata nuklir Iran dan mengembalikan sanksi ekonomi terhadap Iran.
Diplomat Uni Eropa, Federica Mogherini, menyerukan kepada masyarakat internasional untuk tetap pada kesepakatan nuklir Iran. Bahwa Uni Eropa bertekad untuk mempertahankan kesepakatan yang dibuat dari hasil 12 tahun negosiasi.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya