Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dalih Myanmar ogah tarik 200 pasukan di perbatasan Bangladesh

Dalih Myanmar ogah tarik 200 pasukan di perbatasan Bangladesh militer myanmar. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Myanmar tetap mempertahankan pasukannya di dekat perbatasan Bangladesh. Alasannya untuk operasi anti terorisme. Langkah Myanmar ini langsung dikritik Bangladesh. Badan Pengungsi PBB juga khawatir dengan adanya peningkatan jumlah militer Myanmar di sana.

Myanmar mengirim sekitar 200 tentara ke dekat perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh yang menjadi kamp pengungsi Rohingya, Kamis (1/3).

Sebidang tanah ini secara resmi ditetapkan sebagai wilayah Myanmar. Namun secara luas dianggap sebagai tanah tak bertuan, karena letaknya di luar pagar perbatasan Myanmar.

"Kami bertindak berdasarkan informasi yang kami dapatkan mengenai terorisme, terutama Arakan Rohingya Solidarity Army (ARSA)," kata Juru Bicara Pemerintah Myanmar, Zaw Htay, dilansir dari laman Al Jazeera.

Htay menambahkan bahwa mengerahkan pasukan di perbatasan bukan bermaksud untuk menentang Bangladesh.

Bangladesh sudah meminta pasukan keamanan Myanmar untuk mundur. Karena pasukan keamanan itu sudah berbuat di luar batas. Mereka memperingatkan pada pengungsi Rohingya melalui pengeras suara, untuk pergi dari tanah tak bertuan itu.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP