Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dalang pembantaian muslim Bosnia divonis penjara 40 tahun

Dalang pembantaian muslim Bosnia divonis penjara 40 tahun Radovan Karadzic di sidang Pengadilan Kriminal PBB. ©2016 Merdeka.com/Robin Van Lonkhuijsen

Merdeka.com - Radovan Karadzic, bekas pemimpin Republik Serbia-Bosnia divonis penjara 40 tahun oleh Pengadilan Kriminal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Den Haag, Belanda. Dalam vonis yang dibacakan Kamis (24/3) sore waktu setempat itu, Karadzic terbukti memerintahkan anak buahnya melakukan genosida terhadap warga Bosnia. Terutama, perintahnya membunuh 8 ribu pria muslim Bosnia di Kota Srebrenica.

Vonis itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim O-Gon Kwon. Karadzic terbukti melakukan 10 dari 11 dakwaan yang diajukan jaksa. "Sasaran pembantaian ini sangat jelas, semua lelaki Bosnia yang sudah cukup umur atau dewasa," kata Kwon seperti dilansir the Guardian.

Karadzic, yang menggerakkan tentara maupun milisi sipil Serbia, juga bersalah dengan sengaja mengepung Ibu Kota Sarajevo selama 44 bulan. Secara umum, perang tak seimbang sepanjang kurun 1992-1995 itu memicu 100 ribu korban tewas.

Vonis ini dianggap berlebihan oleh kuasa hukum Karadzic. Mereka akan segera mengajukan banding. "Karadzic merasa hukuman ini dijatuhkan hanya menggunakan kesimpulan, bukan bukti-bukti sahih," kata Peter Robinson, sang pengacara penjahat perang itu.

Salah satu dakwaan paling memberatkan Karadzic adalah pembantaian Srebrenica. Tindakannya memerintahkan pengepungan, penculikan setiap lelaki, serta membantai mereka semua merupakan kejahatan perang terkeji di Eropa, hanya kalah dari Nazi Jerman pada Perang Dunia ke-2. Padahal kota di sisi timur Bosnia itu oleh Pasukan Perdamaian PBB dan NATO dianggap sebagai wilayah aman yang tidak boleh diserang kedua pihak bertikai.

Janda korban pembantaian Srebrenica, Kada Hotic, kecewa mendengar Karadzic hanya dihukum 40 tahun. "Hukuman yang dia terima sama saja menganggap dia seorang tentara. Padahal dia adalah otak semua perang di masa lalu, dia setidaknya harus dihukum seumur hidup," ujarnya.

Penjahat perang berusia 70 tahun ini ditangkap pada 2008 lalu setelah melarikan diri ke beberapa negara. Dia adalah pemimpin politik tertinggi milisi Serbia yang diadili, setelah Presiden Slobodan Milosevic yang dianggap paling bertanggung jawab meninggal di tahanan satu dekade lalu.

Sejak awal Karadzic tak pernah merasa bersalah. Dia mengatakan situasi saat itu adalah perang, sehingga petinggi Bosnia seharusnya juga disalahkan jika terjadi pembantaian massal.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP