Cuti tak lagi dibayar, ribuan guru di Jalur Gaza mogok
Merdeka.com - Ribuan tenaga pengajar dan staf sekolah di bawah naungan United Nations Relief and Works Agency (UNRW) berunjuk rasa di Gaza City, Jalur Gaza, Palestina kemarin (24/8), memasuki hari pertama dalam tahun ajaran baru sekolah. Mereka menuntut tambahan tenaga pengajar serta insentif mengajar kepada lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut.
Para guru menyuarakan protes terhadap keputusan yang dibuat oleh UNRWA, yang mulai tahun ini tidak membayar upah cuti tahunan para guru. Kebijakan ini diambil dengan alasan kesulitan finansial.
Para demonstran juga memprotes keputusan UNRWA yang menaikkan jumlah murid dalam satu kelas, sehingga satu guru harus mengajar 50 murid. Situasi ini menguarangi kualitas belajar mengajar. Selain itu, banyak guru akan menganggur karena tidak kebagian jatah mengajar.
Juru bicara UNRWA Sami Mashasha di Yerusalem kemarin mengaku telah bertemu dengan demonstran terkait beberapa tuntutan.
"UNRWA telah mengirim surat ke 30 ribu pegawai pada Minggu, dengan perihal pembatalan proposal pembayaran cuti yang baru," jelasnya, seperti dikutip dari laman Aljazeera.com, Selasa (25/8).
"Faktanya per kelas tidak akan melebihi 41 siswa," imbuh Sami mengenai kekhawatiran para guru soal beban mengajar di semester ini.
Meski sedang mengalami krisis finansial, UNRWA tetap membuka 245 sekolah di Gaza. Kendati begitu, banyaknya guru ikut aksi protes menyebabkan ruang kelas sepi.
UNRWA mulai beroperasi di Palestina pada 1950. Lembaga ini bertugas memberikan asistensi dan perlindungan pada pengungsi Palestina, baik di dalam maupun luar negeri. Termasuk mereka yang terpaksa melarikan diri ke Tepi Barat, Yordania, Libanon, serta Suriah. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya