Clinton sebut Trump kalah dari imigran soal bayar pajak
Merdeka.com - Hillary Clinton menuding rivalnya Donald Trump dalam pemilu November mendatang sebagai pengemplang pajak. Clinton, dalam debat terakhir capres AS di University of Nevada mengatakan Trump kalah dari para imigran yang dimusuhinya karena tidak membayar pajak.
Tudingan ini berawal dari ucapan Trump yang membanding-bandingkan yayasan amal milik keduanya. Menurut Trump, Yayasan Clinton dinilai memicu konflik kepentingan dengan jabatan Clinton sebagai menteri luar negeri pasa masa pemerintahan Barack Obama periode pertama.
Clinton mengatakan yayasan amalnya memberi bantuan bagi 11 juta orang dengan HIV/Aids di seluruh dunia. Namun, Trump menuduh Clinton menerima uang dari negara Arab sembari bertanya apa tujuannya menerima uang tersebut.
Istri mantan presiden AS, Bill Clinton, itu tidak menjawab pertanyaan Trump. Namun malah menyerang balik dengan Trump Foundation yang menggunakan uang sumbangan untuk membeli potret raksasanya.
"100 Persen uang sumbangan di Trump Foundation digunakan untuk kegiatan sosial," bantah Trump.
Karena ini lah Clinton menuduh Trump melakukan pengemplangan pajak.
"Dia tidak bisa dipercaya soal amal, karena tidak merilis laporan pajaknya. Dia satu-satunya capres AS yang tidak melakukannya. Berbeda dengan para pendatang ilegal di AS yang bayar pajak, Trump malah mengemplangnya," tegas mantan ibu negara ini.
Namun Trump membantah hal tersebut dan menyebut sejumlah donatur Clinton, seperti Buffet dan Soros, melakukan hal yang lebih buruk dibanding dirinya.
Berdasarkan laporan yang beredar, Donald Trump tidak membayar pajak sejak 1995. Trump disebut menerima banyak manfaat dari penawaran keuangan yang memburuk pada awal 1990-an.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya