Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Clinton: AS tidak berperang melawan Islam, tapi melawan ISIS

Clinton: AS tidak berperang melawan Islam, tapi melawan ISIS Debat Capres pertama Hillary Clinton dan Donald Trump. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Hillary Clinton menyebut, Amerika Serikat tidak sedang melawan Islam. Pernyataan ini diungkapkan Clinton saat ditanya mengenai perang melawan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menurut Clinton, ISIS bisa dikalahkan jika Amerika Serikat berkoalisi dengan negara-negara Islam dunia.

"Kita tidak sedang berperang melawan Islam. Ada anggapan kita memeranginya itu salah besar. Teroris yang memanfaatkan hal tersebut, seolah-olah kita (AS) memerangi Islam," ucap Clinton dalam debat kedua calon presiden Amerika Serikat di Washington University, St. Louis, Minggu (9/10) malam waktu setempat.

Clinton mengatakan, Negeri Paman Sam tersebut justru menjunjung tinggi kebebasan beragama. Bahkan, sambung dia, Islam sudah ada di AS sejak zaman presiden pertama, George Washington.

Istri mantan presiden AS, Bill Clinton, ini mengatakan muslim telah menjadi bagian dari Amerika Serikat. Sebagai contoh, dia menyebutkan petinju legendaris Muhammad Ali.

"Kita butuh muslim Amerika untuk menjadi mata dan telinga, membuat mereka menjadi bagian dari negara kita," serunya.

Sementara itu, Donald Trump, yang dulu sempat menghina keluarga muslim AS mengatakan tidak lagi melarang semua Muslim masuk ke AS.

"Larangan menerima Muslim telah berubah menjadi pemeriksaan ekstrem," ujarnya.

Martha Raddatz, salah satu moderator debat meminta Trump untuk menjelaskan maksud dari pernyataannya tersebut, namun Trump hanya kembali mengulang kata-kata itu.

"Intinya pemeriksaan ekstrem," tuturnya singkat. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP