Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

China Tutup Dua Kota Padat Penduduk Setelah Muncul Wabah Baru Covid-19

China Tutup Dua Kota Padat Penduduk Setelah Muncul Wabah Baru Covid-19 Suasana Sepi di Bandara Internasional Beijing. ©2020 REUTERS/Tingshu Wang

Merdeka.com - China menutup dua kota di selatan Beijing, menutup jaringan transportasi dan melarang jutaan warga keluar dari kota itu, saat pemerintah sedang berupaya memutus wabah Covid-19 terbesar di negara itu dalam enam bulan.

China sejauh ini berhasil menekan pandemi sejak muncul pertama kali di Wuhan akhir 2019 lalu. Namun wabah kecil dengan cepat menyebar dan ditekan dengan tes massal, lockdown lokal, dan pembatasan perjalanan.

Tapi Provinsi Hebei di China utara mencatat 127 kasus baru Covid-19, dan sebanyak 183 kasus infeksi tanpa gejala dalam sepekan terakhir.

Mayoritas kasus ditemukan di kota Shijiazhuang, yang berpenduduk jutaan orang di mana wilayah sekitarnya berpenduduk 11 juta jiwa. Sebanyak sembilan kasus terkonfirmasi dilaporkan di kota tetangganya, Xingtai, yang berpenduduk 7 juta jiwa.

Penduduk kedua kota dilarang meninggalkan kota tersebut kecuali ada keperluan mendesak. Demikian diumumkan pemerintah Hebei pada Jumat.Pejabat menerapkan “pengendalian ketat pergerakan warga dan kendaraan”, di mana semua penduduk ditempatkan dalam “pengendalian tertutup”, sebuah eufemisme untuk lockdown.

Penduduk Hebei juga dilarang memasuki Beijing atau meninggalkan provinsi tersebut kecuali ada keperluan mendesak.

“Wabah ini diimpor dari luar negeri, tapi asal usul pastinya sedang diselidiki secara mendalam oleh para pakar negara, provinsi, dan kota,” jelas Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Hebei, Li Qi, dalam konferensi pers pada Jumat, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (10/1).

Pejabat China berulang kali mencoba mengaitkan wabah domestik dengan jenis virus yang beredar di luar negeri, mengatakan virus dibawa kembali ke China oleh para pelancong dan paket makanan impor yang terkontaminasi virus.

Larang Perayaan Imlek

Pemerintah juga melarang perayaan Imlek yang dilakukan dengan mengadakan perayaan massal, berkumpul, dan festival. Bahkan acara pemakaman juga diminta berlangsung singkat dan acara publik harus mendapatkan izin pemerintah.

Pembatasan di kota Shijiazhuang dan Xingtai mulai berlaku pada Jumat. Transportasi darat penumpang jarak jauh dilarang dan jalan raya ditutup.

Tayangan dari televisi pemerintah, CCTV menunjukkan penduduk dites swab oleh petugas medis yang memakai hazmat di pusat komunitas di Shijiazhuang sementara antrean mengular di sekitar area tersebut.

Staf pengendalian virus berdiri mengawasi warga yang masuk di jalan raya, yang telah diblokir menggunakan barikade.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP