China ngotot di Laut China Selatan, Filipina bakal demo sebulan
Merdeka.com - China yang tengah melakukan pembangunan besar-besaran di Kepulauan Spratly, kali ini akan mendapat pertentangan dari Filipina. Kelompok pendukung kebebasan Laut China Selatan (KAI), malahan bakal melakukan protes selama sebulan di pulau sengketa tersebut.
Dilansir dari Reuters, Kamis (21/1), Ketua KAI, Vera Joy Ban-eg, mengatakan kelompoknya sedang merencanakan perjalanan kedua ke pulau buatan China tersebut.
"Kami akan menghabiskan waktu sebulan untuk mengunjungi sedikit kepulauan kami di Spratly. Kami akan mengajak seluruh pendukung kami untuk memperjuangkan wilayah kami tersebut," ujar Vera.

Pramugari rayakan bandara baru di Laut China Selatan ©Xinhua
Vera mengungkapkan rencananya tersebut saat Negeri Tirai Bambu itu membuka Kepulauan Spratly untuk para turis dalam rangka uji coba landasan pacu yang baru.
Pada Desember lalu, sekitar 50 demonstran asal Filipina melakukan perjalanan selama tiga hari ke Pulau Thitu. Mayoritas dari para pengunjuk rasa adalah pelajar.
Pulau Thitu merupakan satu dari sembilan pulau yang diklaim Filipina.
China sendiri membangun Kepulauan Spratly di perairan Laut China Selatan yang memiliki banyak kekayaan alam. WIlayah yang pembangunan pulau buatan Beijing itu merupakan wilayah yang disengketakan oleh Brunei Darussalam, Malaysia, Vietnam, Taiwan, dan Filipina. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya