Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

China konfirmasi kematian satu warganya karena flu burung

China konfirmasi kematian satu warganya karena flu burung ilustrasi flu burung. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Steve Snowden

Merdeka.com - Seorang pria di Provinsi Henan, China dilaporkan meninggal akibat virus flu burung H7N9. Laporan ini dibenarkan pihak petugas kesehatan dari Pemerintah China.

Korban diketahui berprofesi sebagai penjual bebek panggang.

"Pria berusia 36 tahun itu mengeluhkan sakit demam dan batuk pada 25 Desember ketika berada di Provinsi Zhejiang dan akhirnya kembali ke Henan pada Januari," ujar laporan Xinhua, Sabtu (14/1).

"Dia kemudian didiagnosa dengan virus H7N9 pada 10 Januari dan meninggal keesokan harinya," imbuh laporan tersebut.

Wabah flu burung diperkirakan menyerang pada musim dingin dan musim semi. Dalam beberapa tahun terakhir, peternak melakukan pembersihan untuk mencegah penyakit tersebut datang kembali.

China pernah dilanda wabah flu burung yang menewaskan 36 jiwa. Selain itu wabah ini juga menimbulkan kerugian hingga USD 6 miliar (setara Rp79,9 triliun) di sektor agrikultur.

Sementara itu, virus H7N9 dinilai tidak mudah menjangkiti manusia. Selama ini, menurut laporan World Health Organization (WHO), virus H7N9 tidak menunjukkan adanya penularan antar manusia.

Virus ini bisa berbahaya ketika bermutasi dan terjadi perubahan genetis. (mdk/che)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP