China Desak Pembawa Acara TV yang Makan Sup Kelelawar Minta Maaf
Merdeka.com - Pemerintah China mendesak seorang pembawa acara televisi yang memperlihatkan tayangan ketika dia makan sup kelelawar meminta maaf setelah wabah virus corona merebak. Ilmuwan mengatakan virus corona berasal dari kelelawar.
Sup kelelawar termasuk menu makanan yang disukai di sejumlah wilayah di China dan binatang itu biasa dijual di pasar hewan ilegal di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, yang menjadi pusat awal penyebaran virus corona.
Acara televisi yang bertajuk Si Cantik Makan Kelelawar ini pertama kali ditayangkan pada 2016 dan acara itu dianggap mempopulerkan tren makan kelelawar di seantero China. Akibatnya Partai Komunis China menuntut perempuan pembawa acara itu meminta maaf dan menganjurkan orang untuk tidak memakan kelelawar.
Dilansir dari laman the Duran, Sabtu (25/11), perempuan itu kemudian menyampaikan permintaan maafnya di media sosial lantaran pernah memakan kelelawar dalam acara yang dibawakannya. Dia juga mengajak orang untuk rajin mencuci tangan di tengah wabah virus corona ini.
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSejauh ini sekitar 56 juta warga China terpaksa dikarantina dan korban meninggal akibat virus corona sudah mencapai 80 orang dan menginfeksi lebih dari 2.000 lainnya.
Namun menurut seorang petugas rumah sakit di Wuhan pemerintah berbohong karena sebetulnya sudah lebih dari 100.000 orang yang terinfeksi virus ini.
Seorang virologis yang terlibat dalam penanganan wabah virus SARS mengatakan dia sudah mengunjungi Wuhan dan meyakini wabah virus corona ini sudah di luar kendali.
Dr Guan, direktur Laboratorium untuk Penyakit Menular di Universitas Hong Kong mengatakan kepada Globe and Mail, "Saya pernah mengalami banyak hal dan tidak pernah merasa takut tapi kali ini saya takut."
Menurut Guan, jumlah orang yang terinfeksi virus ini bisa jadi 10 kali lebih banyak dari SARS.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya