China Bantah Dua Pasien Positif Meninggal karena Covid-19
Merdeka.com - Dua pasien positif COVID-19 di Provinsi Jilin, China, tewas, namun otoritas kesehatan setempat membantah kematian mereka disebabkan oleh wabah penyakit yang menyerang saluran pernapasan tersebut.
Kedua pria tersebut, masing-masing berusia 65 dan 87 tahun, mengidap berbagai penyakit bawaan, satu di antaranya belum pernah mendapatkan vaksin COVID-19, demikian otoritas kesehatan dikutip media setempat, Senin yamg dilansir Antara.
Otoritas kesehatan menambahkan bahwa kedua korban bergejala ringan COVID-19 dan penyebab kematiannya adalah penyakit bawaan.
Pemerintah setempat mengingatkan masyarakat, khususnya yang berusia lanjut agar lebih meningkatkan kewaspadaan, menghindari pertemuan massal, selalu mengenakan masker, dan mengikuti vaksinasi.
Kemarin Provinsi Jilin melaporkan 1.191 kasus positif baru dan 303 kasus tanpa gejala. Sehari sebelumnya terdapat 1.500 kasus positif baru.
Sejak 1 Maret provinsi di wilayah timur laut daratan Tiongkok itu mendapati 10.000 kasus positif COVID-19.
Beberapa kota di Jilin juga ditutup aksesnya dan pergerakan masyarakat dibatasi untuk memudahkan pencegahan dan pengendalian pandemi.
Kasus kematian terakhir akibat COVID-19 di China terjadi pada dua tahun lalu. China dikenal sangat berhati-hati dalam merilis jumlah kasus positif dan kasus kematian.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya