Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Chile Setujui Afivavir, Obat Covid-19 buatan Rusia

Chile Setujui Afivavir, Obat Covid-19 buatan Rusia Calon Vaksin buatan Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology Rusia. ©REUTERS/HO-The Russian Direct Investment Fund (RDIF)/aa.

Merdeka.com - Avifavir, obat pertama buatan Rusia untuk menangani Covid-19, telah menjalani seluruh prosedur sertifikasi yang diperlukan di Chile.

Obat tersebut akan segera dipasok untuk publik, kata Direktur Komisi Perdagangan Chile di Rusia (ProChile) Pablo Barahona kepada Sputnik, Selasa (1/9).

"Otoritas Chile sudah menyetujui Avifavir. Chile akan membeli pil-pil ini dari Rusia," kata Barahona.

Avifavir menerima sertifikat registrasi dari Kementerian Kesehatan Rusia pada akhir Mei.

Avifavir menjadi obat pertama di dunia berbasis favipiravir yang disetujui untuk pengobatan Covid-19.

Selama masa pengujian, obat tersebut telah terbukti 90 persen efektif dalam menangani virus corona.

Avifavir sudah dikirimkan ke lebih dari 15 negara, menurut Dana Investasi Langsung Rusia.

Calon vaksin Buatan AstraZeneca Mulai Uji Tahap Akhir

Sementara itu, perusahaan farmasi AstraZeneca pada Senin mengatakan pihaknya mulai mendaftarkan orang dewasa dalam uji coba calon vaksin Covid-19 tahap akhir yang melibatkan 30.000 partisipan dan didanai oleh Amerika Serikat.

Partisipan nantinya akan menerima dua dosis vaksin eksperimental, yang disebut AZD1222, dengan jarak empat pekan, atau plasebo, menurut perusahaan.

Uji coba akan dilakukan di bawah program Operation Warp Speed pemerintah AS, yang bertujuan mempercepat pengembangan, produksi serta distribusi vaksin dan obat Covid-19.

Presiden AS Donald Trump mengatakan vaksin Covid-19 dapat tersedia sebelum pemilu presiden 3 November mendatang, jauh lebih cepat dari yang diantisipasi oleh para pakar.

AstraZeneca, yang mengembangkan vaksin buatannya bersama peneliti Universitas Oxford, dan Pfizer Inc yang bermitra dengan BioNTech SE menyatakan bahwa mereka dapat memperoleh data pada Oktober guna mendukung otorisasi penggunaan darurat atau persetujuan AS atas vaksin mereka masing-masing.

AZD1222 telah dilakukan uji klinis tahap akhir di Berlin, Brazil dan Afrika Selatan, dengan rencana uji klinis susulan di Jepang dan Rusia. Uji coba, bersama dengan riset Tahap III AS, bertujuan mendaftarkan hingga 50.000 partisipan secara global.

Uji klinis AS tersebut akan mengevaluasi apakah vaksin itu mampu mencegah infeksi Covid-19 atau mencegah penyakit menjadi parah, demikian Institut Kesehatan Nasional melalui pernyataan.

Pengujian itu juga akan melihat apakah vaksin tersebut mampu mengurangi insiden kunjungan gawat darurat akibat Covid-19.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP