Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Chavez tak bisa hadiri pelantikan besok

Chavez tak bisa hadiri pelantikan besok Hugo Chavez. ©25segundos.com

Merdeka.com - Pemerintah Venezuela kemarin mengumumkan Presiden Hugo Chavez tak akan bisa menghadiri upacara pelantikan besok.

Surat kabar the Washington Post melaporkan, Rabu (9/1), Wakil Presiden Nicolas Maduro melayangkan surat kepada Presiden Majelis Nasional Diosdo Cabello dengan mengatakan atas saran tim medis, proses pemulihan Chavez harus diperpanjang hingga 10 Januari sehingga dia tak akan bisa menghadiri pelantikan besok.

Maduro mengatakan Chavez memohon ketetapan konstitusi untuk mengizinkan dia dilantik di Mahkamah Agung di lain hari. Cabello menyatakan dia telah menerima surat pernyataan permintaan itu.

Ketegangan semakin meningkat antara pihak oposisi dan pemerintah terkait kondisi Chavez yang tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Ibu Kota Havana, Kuba. Dengan keadaan itu muncul perdebatan apakah Chavez akan bisa menghadiri pelantikannya Kamis lusa atau harus ditunda.

Chavez bulan lalu harus menjalani operasi kanker keempat kalinya. Sejak bulan lalu dia belum lagi berbicara di depan publik.

Pemimpin kelompok oposisi Henrique Capriles kemarin mengatakan masa jabatan Chavez secara konstitusi berakhir Kamis lusa dan Mahkamah Agung harus mematuhi itu.

Pemimpin kelompok oposisi lain menyatakan pelantikan itu tidak bisa dibatalkan atau ditunda dan presiden Majelis Nasional harus mengambil alih sebagai pejabat sementara jika Chavez tak bisa dilantik.

"Mahkamah Agung harus menaati pernyataan tertulis di konstitusi. Tak ada monarki di sini. Venezuela bukan Kuba," ujar Capriles yang kalah dari Chavez pada pemilihan presiden tiga bulan lalu.

Konstitusi Venezuela menyatakan presiden bisa bersumpah di depan Mahkamah Agung jika dia tak bisa bersumpah di depan parlemen besok. Pemerintah berkeras konstitusi tidak secara tertulis menyebut tanggal pelantikan, sedangkan pihak oposisi berpendapat sebaliknya.

Pihak oposisi sekaligus anggota parlemen Omar Barboza menyatakan dia menolak permohonan Maduro dan mendesak pendukung Chavez untuk menerima Cabello sebagai presiden sementara selama Chavez menjalani perawatan. Dia beralasan hal itu untuk menghindari krisis pemerintahan.

Barboza menuturkan pemberhentian sementara harus diumumkan supaya Chavez bisa menjalani perawatan selama 90 hari. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP