Charlie Hebdo bikin kartun olok pesawat Rusia jatuh di Mesir
Merdeka.com - Kecelakaan pesawat Rusia di Mesir yang terjadi pekan lalu menyita perhatian kartunis majalah satire Charlie Hebdo. Majalah Prancis itu membuat dua kartun yang mengolok Rusia atas jatuhnya pesawat mereka.
Dalam karikatur pertama, terlihat pria berjanggut dengan senapan di belakangnya. Digambarkan pria itu sangat ketakutan dan setengah berlutut sambil memegang kepala.
Di bawah kartun ada tulisan yang menjelaskan gambar. Tulisan itu berbunyi, "Rusia perkuat penyerangan terhadap ISIS."
Dalam kartun kedua menggambarkan tengkorak yang mengeluhkan resiko terbang menggunakan maskapai murah Rusia. Dalam gambar, tengkorak itu berkata, "Saya seharusnya terbang dengan Air Cocaine."
Hal ini tentunya membuat publik Rusia marah.
"Ini tak ada hubungannya dengan bebas berekspresi. Ini benar-benar penghinaan," ucap Sekretaris Kepresidenan Kremlin, Dmitry Peskov, seperti dilansir dari kantor berita Rusia, TASS, pekan lalu.
Walaupun kesal, Peskov tidak mau ambil pusing dengan menanyakan perihal masalah Charlie Hebdo kepada pemerintah Prancis.
"Charlie Hebdo bukan majalah pemerintah. Majalah itu menimbulkan banyak pertanyaan, dan banyak orang tidak akan menanggapi masalah ini, malahan banyak orang merasa terhina dengan publikasi mereka," lanjut Peskov.
Charlie Hebdo memang sering berulah. Majalah yang terkenal suka mengolok-olok nabi ini, belum lama menerbitkan kartun olokan atas temuan puing pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH370.
Terakhir, majalah yang sempat diserang awal tahun ini juga membuat kartun mengolok Aylan Kurdi, bocah imigran yang ditemukan tewas terdampar di perairan Turki. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya