Butuh tahunan untuk selesaikan satu kasus perkosaan
Merdeka.com - Kematian Perempuan India korban perkosaan saat dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura menjadi gong terkuaknya berbagai peristiwa kejahatan seksual di Negeri Hindustan itu. Kelakuan polisi setempat lebih tidak manusiawi. Mereka ogah-ogahan menangani kasus itu dan menuding korban sebagai pihak paling bersalah.
Stasiun televisi ABC News melaporkan, Sabtu (29/12), tidak ada penanganan serius dari pihak berwajib ini kadang membuat korban enggan melaporkan kekerasa seksual itu pada polisi. Ada pula yang memang tidak ingin datang ke kantor aparat lantaran takut mencoreng nama keluarga. Kasus perkosaan menjadi masalah paling emosional karena persidangannya bisa berlarut-larut sampai tahunan.
Perdana Menteri Manmohan Singh mengatakan kematian perempuan itu memang bisa memicu kemarahan rakyat Negeri Hindustan tapi dia menjamin itu tidak akan sia-sia sebab pelakunya didakwa pasal berlapis, pemerkosaan dan pembunuhan, serta bakal memperoleh hukuman setimpal.
Korban meninggal sebab kehancuran organ dalam. Sebelumnya dia dirawat di sebuah rumah sakit di Ibu Kota New Delhi. Semua upaya sudah dilakukan pihak rumah sakit namun kondisinya memburuk. "Dia mengalami kegagalan organ dalam parah dan cedera serius pada tubuh dan otaknya," ujar juru bicara Mount Elizabeth.
Kasus ini juga menarik perhatian selebritas India seperti Amitabh Bachan untuk berkomentar di akun Twitternya. 'Tubuhnya memang mati namun jiwanya selamanya akan ada di hati kita', tulis aktor itu. (mdk/din)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya