Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bus Wisata dan Kereta Tabrakan di Thailand, 20 Orang Tewas &30 Terluka

Bus Wisata dan Kereta Tabrakan di Thailand, 20 Orang Tewas &30 Terluka Tabrakan maut bus dan truk di Thailand. ©MLADEN ANTONOV/AFP

Merdeka.com - Sebuah bus yang menuju kuil Buddha bertabrakan dengan kereta api di Thailand tengah pada Minggu, menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai 30 lainnya. Demikian disampaikan pihak berwenang.

Kecelakaan terjadi pukul 08.05 dekat stasiun kereta api Khlong Kwaeng Klan 63 kilometer timur Bangkok. Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Chachoengsao, Maitree Tritilanon, di mana kecelakaan terjadi.

Bus wisata yang membawa 60 pekerja pabrik yang akan menuju upacara umat Buddha di sebuah kuil melintasi jalur kereta api ketika ditabrak kereta kargo yang menuju ibu kota Bangkok dari wilayah timur negara tersebut.

Bus terbalik dan bagian atasnya hancur, dengan puing-puing dan logam berserakan di sekitar area kecelakaan, sebagaimana ditunjukkan gambar dari petugas penyelamat. Sementara kereta tetap di rel.

Gubernur Maitree mengatakan perlintasan itu memiliki alarm tetapi tidak ada penghalang untuk memblokir lalu lintas saat kereta datang. Dia mengatakan provinsi itu akan memasang gundukan dan penghalang kecepatan serta menebang pohon di dekat penyeberangan untuk meningkatkan jarak pandang.

“Biarlah kasus ini menjadi pelajaran, dan kami akan melakukan perbaikan di tempat-tempat yang berisiko agar kecelakaan seperti itu tidak terjadi lagi,” kata Maitree dalam pernyataannya, dilansir Reuters, Minggu (11/10).

Jalan di Thailand termasuk yang paling mematikan di dunia, menurut WHO. Ada sedikit peningkatan meskipun ada kampanye keselamatan selama bertahun-tahun.

Para penumpang bus sedang melakukan perjalanan dari provinsi Samut Prakan ke kuil Buddha di Chachoengsao untuk upacara penghargaan yang menandai akhir Prapaskah Buddha (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP