Buku tulisan jurnalis Washington Post ungkap Trump ingin Assad dibunuh
Merdeka.com - Sebuah buku anyar karya jurnalis the Washington Post Bob Woodward mengungkap Presiden Amerika Serikat Donald Trump diduga meminta Presiden Suriah Basyar al-Assad dibunuh setelah peristiwa serangan senjata kimia pada 2017. AS dan negara Barat pada waktu itu menuding rezim Assad sebagai pelaku serangan senjata kimia.
Trump, kata buku itu, mengatakan kepada Menteri Pertahanan James Mattis dia ingin membunuh Assad setelah Washington menuduh pemerintah Suriah di Damaskus melancarkan serangan senjata kimia di Khan Sheikun, Provinsi Idlib tahun lalu.
"Bunuh dia! Masuk saja, bunuh mereka yang banyak," ujar Trump kepada Mattis dalam sambungan telepon, seperti dilansir laman Press TV, Rabu (5/9).
Mattis dilaporkan mengatakan kepada Trump, dia akan segera melakukan permintaannya, demi menenangkan sang presiden. Tapi kemudian dia menutup telepon dan menuturkan kepada seorang ajudan senior, "Kita tidak akan melakukan semua itu. Kita akan melakukan tindakan yang lebih terukur."
Pasukan militer AS kemudian melancarkan serangan udara biasa seperti yang diperintahkan Trump.
Jurnalis Washington Post itu juga kemudian menyebut Mattis kaget dengan sikap Trump yang tidak peduli soal isu luar negeri dan mengatakan kepada orang dekat Trump, sang presiden seperti cuma punya kecerdasan setingkat anak kelas 5 atau 6 SD.
Pada 4 April 2017, diduga serangan senjata kimia gas sarin terjadi di Khan Sheikun, Idlib, hingga menewaskan 80 orang.
Washington menyebut serangan itu dilakukan oleh rezim Assad. Namun Damaskus mengatakan insiden di Khan Sheikun itu hanya dalih bagi AS untuk menyerang Suriah.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya