Bom tewaskan 32 orang di Nigeria, disebut ulah Boko Haram
Merdeka.com - Dilaporkan 32 orang tewas, sedangkan 80 lainnya luka-luka setelah bom meledak di Kota Yola, Nigeria. Ledakan pada Selasa (17/11) malam waktu setempat itu terjadi di pasar sayuran dan buah di jalan utama kota tersebut.
Laporan Stasiun TV Aljazeera, aparat keamanan Nigeria menuding ledakan ini didalangi militan Boko Haram. Ini adalah terorisme teranyar kelompok pro-Syariah Islam itu setelah sebelumnya meledakkan dua masjid pada 23 Oktober lalu.
"Kebanyakan korban ledakan di Yola adalah pedagang pasar dan pejalan kaki," kata Inspektur Othman Abubakar, juru bicara Kepolisian Negara Bagian Adamawa.
"Apakah benar kasus ini adalah serangan terbaru Boko Haram, akan terus kami selidiki," imbuhnya.
Presiden Muhammadu Buhari memiliki janji kampanye menaklukkan Boko Haram. Dia sudah mengerahkan banyak sumber daya, dan kini kelompok berbaiat pada ISIS itu disebut-sebut mulai mengalami kemunduran. Boko Haram tidak lagi bisa membumihanguskan desa atau membantai ratusan orang seperti biasanya.
Setelah bom meledak, Presiden Buhari mengucapkan belasungkawa dan belum menyebut siapa pelakunya. Tapi dia berjanji akan membalaskan dendam keluarga korban. "Musuh kemanusiaan tidak akan pernah menang, kami akan singkirkan semua teroris," tandasnya.
Serangan bom bunuh diri maupun bom waktu, kerap dilakukan Boko Haram. Kelompok telah berbaiat pada ISIS itu kerap menyerang perkampungan muslim yang dinilai tidak menjalankan Syariat sesuai standar mereka. Kampung warga Kristen juga diserang, lalu para militan menculik ratusan gadis muda untuk menjadi budak seks.
Boko Haram, secara harfiah artinya 'Menolak Pendidikan Barat', merupakan organisasi militan bertujuan mendirikan negara Islam di Nigeria. Sejak terbentuk pada 2009, organisasi teroris itu telah membunuh 17 ribu warga sipil di sekitar Nigeria, kejahatan kemanusiaan paling serius di muka bumi saat ini. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya