Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Blak-Blakan Harry-Meghan Jadi Puncak Permusuhan dengan Media Inggris

Blak-Blakan Harry-Meghan Jadi Puncak Permusuhan dengan Media Inggris Pangeran Harry dan Meghan Markle saat wawancara dengan Oprah Winfrey.. ©Harpo Productions/Joe Pugliese/Reuters

Merdeka.com - Wawancara Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle dengan Oprah Winfrey yang paling ditunggu-tunggu pada Minggu diperkirakan akan menjadi umpan bagi pers, berpusat seputar keluarnya pasangan itu dari keluarga kerajaan Inggris.

Ini adalah perubahan terbaru yang mendefinisikan kembali hubungan antara media Inggris dan bangsawan, dari penghormatan ke pengawasan yang lebih cermat dan narasi gaya opera sabun, menurut beberapa pakar media.

Cuplikan klip pratinjau dan perang kata-kata setelah surat kabar Inggris menuduh Meghan merisak staf kerajaan - yang dibantah juru bicaranya sebagai serangan pribadi terbaru - hanya menambah bahan bakar untuk media. Pada Rabu, Istana Buckingham mengatakan akan melakukan penyelidikan internal atas tuduhan perisakan tersebut.

Secara historis, wawancara kerajaan jarang terjadi dan keluarga kerajaan diatur apa yang harus mereka ungkapkan ke publik. Tapi wawancara Harry-Meghan dengan Oprah dinilai sangat jauh dari era ketika "jangan pernah mengeluh, jangan pernah menjelaskan" menjadi moto tidak resmi yang mengatur interaksi antara keluarga kerajaan Inggris dan pers.

“Menurut saya ini akan menjadi pertama kalinya mereka benar-benar dapat merasakan ini adalah kesempatan untuk menyampaikan suara otentik mereka, bersama-sama,” jelas Steven Barnett, profesor media dan komunikasi di London University of Westminster, kepada NBC News menjelang wawancara tersebut, dikutip Senin (8/3).

Pemberitaan rasis

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dalam wawancara lain pekan lalu, Harry mengatakan kepada James Corden, liputan media “toxic” Inggris “merusak kesehatan mental saya,” dan salah satu yang menyebabkan dia pindah ke Amerika Serikat.

Dalam salah satu video yang dirilis menjelang wawancara dengan Oprah – yang menjadi tamu dalam pernikahan Windsor 2018 dan juga mewawancari Duchess of York Sarah Ferguson — menunjukkan sebuah foto mendiang ibu Harry, Putri Diana, saat dia membahas tekanan yang dia hadapi.

Diana meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris pada tahun 1997 saat dia dikejar oleh paparazzi. Dalam video itu Harry mengungkapkan ketakutannya "sejarah terulang kembali," dengan istrinya yang menghadapi pengawasan media yang intens.

Ketika pasangan itu berpacaran pada 2016, Harry mengambil langkah yang tidak biasa dengan meminta media untuk menghentikan pelecehan terhadap Meghan, dalam pernyataan tegas.

Masuknya seorang aktris birasial Amerika ke dalam lingkaran keluarga tradisionalis awalnya digembar-gemborkan sebagai pergeseran ke inklusivitas yang lebih besar di Inggris tetapi kemudian dihadapkan dengan pemberitaan pers yang dianggap rasis.

Melawan di ruang sidang

ruang sidang rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Harry dan Meghan juga telah melawan di ruang sidang.

Meghan memenangkan gugatan privasi terhadap sebuah perusahaan media Inggris pada Februari, yang menerbitkan sebagian dari surat yang dia tulis untuk ayahnya, Thomas Markle.

NBC News tidak menerima balasan untuk permintaan komentar dari juru bicara pasangan itu terkait wawancara dengan Oprah.

Wawancara kerajaan terakhir yang menarik perhatian adalah ketika Pangeran Andrew berbicara kepada BBC setelah perselingkuhan Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell pada 2019. Wawancara itu digambarkan sebagai "tabrakan mobil" atas rusaknya reputasi keluarga Windsor dan karena gagal meredam spekulasi terkait hubungannya dengan Epstein. Andrew kemudian mundur dari tugas kerajaan.

Pakar media mengatakan wawancara Oprah akhir pekan ini lebih mirip dengan perselisihan pada 1995 antara Putri Diana dan jurnalis BBC Martin Bashir, yang sejak itu mendapat sorotan baru.

Wawancara itu membuat keluarga kerajaan terguncang setelah Diana mengungkapkan hal sensitif, mengatakan: “Kami bertiga dalam pernikahan ini,” mengacu pada hubungan Charles dengan istrinya yang sekarang, Camilla, Duchess of Cornwall.

Pro dan kontra

kontra rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Beberapa pengamat mengatakan Harry dan Meghan telah menantang hubungan tradisional media dengan keluarga kerajaan, membuat geram media.

“'Jangan pernah mengeluh, jangan pernah menjelaskan' adalah semacam aturan yang mengatur hubungan antara pers dan keluarga kerajaan selama bertahun-tahun,” jelas Direktur Kebijakan Hacked Off, Nathan Sparkes.

Hacked Off merupakan kelompok kampanye yang didirikan setelah skandal seputar peretasan telepon oleh beberapa surat kabar Inggris.

“Pada praktiknya surat kabar bisa menerbitkan apa yang mereka sukai tentang bangsawan dan bangsawan hanya perlu menelannya,” lanjutnya.

Ada juga yang mengkritik waktu wawancara, saat kakek Harry, Pangeran Philip (99), masih dirawat di rumah sakit.

Bagi beberapa orang, penggunaan media oleh pasangan tersebut sesuai dengan tujuan mereka, untuk mengungkapkan Meghan telah mengalami keguguran dan saat ini hamil anak kedua, sembari menyesali pengawasan media, adalah munafik.

“Mereka ingin mengontrol narasi mereka. Mereka akan berbicara dengan media tetapi mereka akan memilih,” jelas penulis biografi kerajaan Inggris dan Eropa, Marlene Koenig.

Koenig mengingatkan penonton wawancara Oprah pentingnya mendengar dari sisi anggota keluarga kerajaan lainnya. Dia juga memperkirakan Istana Buckingham kemungkinan tidak akan mengeluarkan pernyataan apa pun dalam menanggapi wawancara tersebut.

“Bangsawan Inggris sebagian besar tidak melawan,” ujarnya.

“Bola sekarang ada di pihak Harry dan Meghan.”

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP