Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bisnis besar Saudi di balik penyelenggaraan ibadah haji

Bisnis besar Saudi di balik penyelenggaraan ibadah haji wukuf arafah. ©REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

Merdeka.com - Koran Saudi Gazette tahun lalu pernah menyebut penyelenggaraan ibadah haji adalah bagian dari strategi Arab Saudi untuk mengurangi ketergantungan pendapatan negara hanya dari minyak dan gas.

Pelaksanaan rukun Islam kelima itu menjadi pemasukan negara kedua terbesar bagi Saudi. Hampir dua juta jemaah dari berbagai negara berkumpul di Kota Suci Makkah selama musim haji. Jumlah jemaah haji diprediksi mencapai 2,7 juta jiwa pada 2020 nanti.

Anggota Komite Wisata Nasional Abdul Ghani Al-Ansari mengatakan diperlukan perubahan struktur penyelenggaraan haji supaya bisa menjadi tulang punggung pendapatan negara yang menggerakkan roda ekonomi.

Menurut para pakar, ibadah haji dan umrah punya pengaruh pertumbuhan ekonomi yang signifikan dan membuka lapangan kerja cukup luas bagi warga Saudi. Sektor wisata menyumbang pemasukan negara sebesar USD 22,6 miliar bagi GDP Saudi. Haji dan umrah menyumbang sebesar USD 12 miliar atau setara Rp 160 triliun.

Tidak seperti haji, umrah bisa dilakukan kapan saja dan boleh lebih dari satu kali.

wukuf arafah

wukuf arafah ©REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

Pengamat ekonomi Abdullah Katib memperkirakan pendapatan tahunan Saudi dari musim haji sebesar USD 5,3 miliar (Rp 70 triliun) hingga USD 6,1 miliar (Rp 81 triliun) tergantung jumlah jemaah haji.

"Sekitar 40 persen dari pendapatan ini berasal dari penginapan, 15 persen dari cinderamata, 10 persen dari makanan, dan sisanya dari layanan lainnya," kata dia, seperti dilansir laman Russia Today, Maret tahun lalu.

Para pengamat memperingatkan Saudi bisa kehabisan uang jika hanya mengandalkan pemasukan dari minyak dan gas. Lembaga Keuangan internasional IMF memprediksi Negeri Petro dolar akan mengalami masa rendahnya pemasukan dari penjualan minyak dan meningkatnya pajak dalam beberapa tahun ini.

jemaah haji padati masjidil haram

Jemaah haji padati Masjidil Haram ©Reuters/Ahmed Jadallah

Tahun lalu saja Saudi mengalami defisit keuangan hingga mencapai USD 87 miliar. Harga minyak yang jatuh turut mempengaruhi hampir 80 persen pendapatan negara. Pendapatan luar negeri Saudi pada 2015 anjlok hingga USD 640 miliar dari yang tadinya USD 737 miliar pada 2014.

Sektor konstruksi mendapat pukulan keras setelah pemerintah memangkas pengeluaran negara demi berhemat.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP