Bikin jengkel Duterte, biarawati Australia diusir dari Filipina
Merdeka.com - Filipina memasukkan seorang biarawati Australia ke dalam daftar hitam negara dan memerintahkannya agar dideportasi. Biarawati tersebut dinilai telah menyalahgunakan visa misionarisnya dan terlibat dengan aktivitas politik negara.
Biarawati bernama Patria Fox (71) dituding mengambil bagian dalam konferensi, misi pencari fakta yang terkait dengan ketenagakerjaan, dan sejumlah protes yang menuntut agar tahanan politik dibebaskan, HAM ditegakkan, hak warga atas tanah diberikan, serta darurat militer di Pulau Mindanao dicabut.
Aksi-aksi dilakukan Fox memicu kemarahan Presiden Rodrigo Duterte. Bahkan Duterte tidak segan-segan menunjukkan kekesalannya kepada Fox. Dia menyebut Fox sebagai orang asing yang tidak diinginkan dan memerintahkan penyelidikan atas segala kegiatannya.
Duterte menegaskan tidak menerima kritik tentang pemerintahannya selain dari warganya sendiri. Oleh karena itu, dia mengeluarkan surat perintah pengusiran tersebut.
Dilansir dari laman Channel News Asia, Jumat (20/7), perintah deportasi yang terdiri dari 10 halaman itu juga menegaskan bahwa kehadiran Fox secara berkelanjutan di Filipina hanya akan menimbulkan risiko bagi kepentingan umum. Fox pun dilarang kembali ke Filipina.
Sebagaimana diketahui, Fox telah bekerja sebagai koordinator kongregasi biarawati Katolik sejak awal 1990an. Dia memang telah menjadi incaran pemerintah karena dinilai vokal dalam mengkritik pemerintahan Duterte.
Dua bulan lalu Fox telah diberikan penangguhan hukuman oleh departemen kehakiman, sebelumnya akhirnya diusir.
Fox sendiri merupakan orang terbaru dari sederet aktivis yang menentang Duterte. Biasanya orang-orang tersebut akan diselidiki, ditahan, dan dijatuhi sanksi setelah menyuarakan kritik terhadap Durete.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya