Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Biduan Libanon dilaporkan polisi lantaran merokok saat Ramadan

Biduan Libanon dilaporkan polisi lantaran merokok saat Ramadan Penyanyi nomor satu Libanon, Yara, bernama lengkap Carla Nazih Berkachi. Suara merdunya digemari hingga Mesir dan Tunisia. (c) supplied/gulfnews.com

Merdeka.com - Penyanyi nomor satu Libanon, Yara, membuat publik Aljazair heboh. Dia menolak berhenti merokok sehingga berurusan dengan polisi negara itu lantaran dianggap menghina umat muslim.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Jumat (10/8), peristiwa itu terjadi di jalanan antara kota Setif, sebelah timur Aljazair kemarin. Penyanyi beragama Nasrani itu merokok di mobil. Sopir biduan kondang itu, seorang warga Aljazair, protes karena merasa sang bintang tidak menghormati dirinya yang puasa. Namun Yara berkukuh mengisap tembakau. Keduanya pun bertengkar.

Sang sopir ternyata tidak terima dan langsung menggiring penyanyi 29 tahun itu ke pos polisi di Kota Chelghoum Laid. Dia dianggap menghina umat Islam dan tidak menghormati bulan Ramadan.

Kabar ini segera beredar ke seantero Aljazair. Publik mengecam tindakan penyanyi nasrani itu yang dianggap arogan. Negara mayoritas muslim di utara Benua Afrika itu terkenal keras menerapkan sanksi buat orang nekat makan dan minum saat siang hari di ruang publik ketika puasa. Pelakunya bisa dibui selama 30 hari.

Karena warga asing dan bukan muslim polisi melepaskan Yara. Dia hanya diminta menghormati orang yang berpuasa dengan tidak merokok di depan umum.

Penyanyi bernama lengkap Carla Nazih Berkachi itu sedang dalam tur keliling wilayah Maghribi, meliputi Tunisia, Aljazair, dan Mesir. Di kawasan Arab, Yara cukup kondang. Rekamannya 'Enta Menni' pada 2008 menjadi album terlaris di lebih dari tiga negara Kawasan Teluk. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP