Bicara pakai bahasa Arab, mahasiswa ini diusir dari pesawat
Merdeka.com - Khairuldeen Makhzoomi, seorang mahasiswa Universitas California di Berkeley, Amerika Serikat, mengaku diusir dari pesawat karena dirinya berbicara bahasa Arab. Pelajar ini mengatakan seorang penumpang wanita terlihat mencurigainya saat dia berbicara pada pamannya di Baghdad.
Makhzoomi mengaku dia saat itu tengah duduk di kabin pesawat penerbangan Los Angeles-San Francisco. Sebelum mematikan ponselnya, dia sempat menghubungi pamannya yang berada di Baghdad dan berbicara menggunakan bahasa Arab.
Ketika itu, dia merasa seorang perempuan, yang merupakan penumpang burung besi, melihatnya dengan tajam. Mahasiswa ini tidak mengerti kenapa dia dilihat seperti itu.
Tak lama kemudian, dia melihat penumpang itu bangkit dari tempat duduknya.
"Saya berharap bukan dia yang melaporkan saya," ujar Makhzoomi seperti dilansir dari Fortune, Senin (18/4).
Dia menuturkan, tak lama berselang, seorang pramugari meminta dia untuk turun dari pesawat. Setelah turun, petugas keamanan sudah menanti dia.
"Saya kecewa. Saya katakan pada mereka 'inilah gambaran Islamophobia itu'. Sungguh saya kecewa. Kemudian mereka malah meminta saya untuk tidak naik pesawat dan malah memanggil FBI," serunya.
Penumpang yang mendengarkan dia berbicara bahasa Arab mengklaim Makhzoomi menyebutkan kata 'shahid' yang berarti martir. Pria itu menyangkalnya dan mengatakan yang dia ucapkan adalah 'inshallah'.
Makhzoomi mengatakan dia sempat ditanya satu pertanyaan oleh otoritas keamanan. Dia mengaku dia sangat takut kala itu.
Sementara itu, pihak maskapai Southwest Airlines menyebutkan pihaknya tidak pernah mengusir penumpang. Dalam keterangan tertulis mereka mengatakan selalu terbuka bagi siapapun yang mau bekerja sama dengan mereka. Mereka juga mengatakan toleransi beragama selalu mereka terapkan dalam penerbangan.
Pihak maskapai juga mengatakan telah mengembalikan tiket pesawat.
Makhzoomi (26) merupakan pengungsi Irak yang keluar dari negaranya sejak 2002. Kala itu, ayahnya yang seorang diplomat Irak tewas pada rezim Saddam Hussein.
Dia dan keluarganya terbang ke Yordania dan tinggal di Amerika Serikat. Makhzoomi menyebutkan dia menelepon pamannya karena senang sekali melewatkan makan malam bersama Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya