Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Beredar Video Diduga Pasukan Ukraina Serukan Pembunuhan Anak-Anak di Donbas

Beredar Video Diduga Pasukan Ukraina Serukan Pembunuhan Anak-Anak di Donbas Proses evakuasi mayat korban serangan Rusia di Mariupol. ©REUTERS/Alexander Ermochenko

Merdeka.com - Sebuah video yang diduga anggota pasukan Ukraina dari Batalion Azov beredar di media sosial dan menyerukan pembunuhan massal warga sipil Donbas. Donbas adalah wilayah di Ukraina timur yang dikuasai separatis pro Rusia.

Pria muda yang berbicara bahasa Ukraina itu memakai kaos hijau militer, dalam video membicarakan "pembersihan seluruh Donbas" dan "memenggal kepala mereka dan kepala anak-anak mereka," seperti dikutip dari Russia Today, Senin (25/4).

Wajah pria tersebut ditutupi di sepanjang video, dan memainkan pisau lipat sembari berbicara. Dia juga memberi saran tempat-tempat yang harus didatangi untuk mendaftar anggota Angkatan Bersenjata Ukraina dan batalion medis sukarelawan.

Video itu tampaknya diambil dari Instagram. Namun tidak jelas di mana atau kapan video itu direkam.

Laporan di media sosial mengklaim pria itu adalah anggota Batalion Azov Ukraina, yang anggotanya termasuk pejuang yang terbuka dengan pandangan neo Nazi dan sayap kanan.

Bulan lalu, pembawa acara televisi Ukraina, Fahrudin Sharafman mengutip Adold Eichmann, salah satu pelaku Holocaust, dan menyerukan pembunuhan warga sipil Rusia, termasuk anak-anak. Dia lalu meminta maaf, mengklaim dia terpengaruh emosi setelah kehilangan seorang sahabat saat bertempur dengan pasukan Rusia.

Ajudan Presiden Ukraina, Oleksiy Arestovich mengatakan bulan lalu, pernyataan seperti itu merusak citra negaranya, dan menegaskan Ukraina mengikuti aturan perang.

Ukraina dan Rusia membantah membunuh warga sipil dan saling tuding melakukan kejahatan perang.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP