Bendera Palestina berkibar di PBB, Israel diminta serius berdamai
Merdeka.com - Kemarin (30/9), pukul 13.16 waktu setempat di Kota New York, Amerika Serikat, terjadi momen bersejarah di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa. Otoritas Palestina didukung mayoritas negara dunia, dipersilakan mengibakarkan benderanya sebagai tanda negara pengamat non-anggota, setara Vatikan.
The Guardian melaporkan, Kamis (1/10), Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyambut baik pengibaran ini. Dengan semakin tegasnya status kedaulatan Palestina di mata dunia, maka diharapkan oleh Ban, Israel bisa mengubah kebijakan di wilayah jajahannya.
"Sekarang waktunya mengembalikan kepercayaan baik oleh pihak Israel dan Palestina untuk perdamaian, dan nantinya, berdirinya dua negara untuk dua bangsa," ujarnya.
Sebelum mengibarkan bendera, Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas dipersilakan menyampaikan pidato. Dalam kesempatan itu, dia mengkritik Israel sengaja memperlambat proses perdamaian damai dengan pihaknya, serta melanggar perjanjian Oslo 1994.

Abbas secara provokatif juga menyebut Yerusalem sebagai ibu kota sah Palestina. "Hari untuk menaikkan bendera ini akan segera datang di Yerusalem, ibu kota negara Palestina kami," tuturnya.
Menanggapi pidato itu, pemerintah Zionis mengaku tidak akan terpancing. Israel sejak bulan lalu menolak penaikkan bendera Palestina di markas PBB. Selain itu, Israel menegaskan status Yerusalem adalah status quo.
"Pidato itu berisi hasutan serta mendukung pelanggaran hukum di Timur Tengah," tulis pernyataan kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Warga Palestina suam-suam kuku mendukung pengibaran bendera di PBB itu. Menurut Anwar Basti, warga Yerusalem yang membuka restoran, penduduk di wilayah penjajahan lebih suka dukungan konkret dari pelbagai bangsa dibanding seremonial.
"Kami ingin melihat orang-orang di dunia mendukung bendera ini," tandasnya. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya