Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bencana kelaparan, warga Sudan Selatan makan daun buat bertahan

Bencana kelaparan, warga Sudan Selatan makan daun buat bertahan bocah sudan selatan kelaparan. ©AFP

Merdeka.com - Warga desa di Sudan Selatan makan daun dan persediaan biji-bijian lantaran tidak mendapat makanan. Kabar itu dilaporkan kelompok pekerja kemanusiaan Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) kemarin.

NRC menuturkan, penduduk desa di kawasan Aweil, sebelah utara Sudan Selatan, kini dilanda bencana kelaparan. Wilayah itu selama ini belum dinyatakan sebagai darurat kelaparan sementara dua kawasan lainnya sudah.

"Makan tumbuhan liar adalah cara warga untuk bertahan hidup dari krisis makanan," ujar Direktur NRC Rehana Zawar, seperti dilansir France24, Senin (10/4).

"Daun pahit yang dimakan sejumlah keluarga berasal dari pohon Lalop dan kandungan gizinya sangat sedikit. Mereka bakal mengalami gizi buruk setelah makan daun itu."

Sekitar 100 ribu orang di wilayah Leer dan Mayendit kini mengalami kelaparan dan NRC memperingatkan angka itu akan bertambah jadi jutaan dalam beberapa bulan lagi.

"Sekitar 40 persen penduduk di Amothic makan dedaunan. Separuh warga di desa juga makan persediaan biji-bijian," kata Deng Yel Piol, 48 tahun, kepala desa Aweil.

Topik menarik hari ini Pasar Tomohon (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP