Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Belum sebulan raja mangkat, bisnis esek-esek Thailand kembali aktif

Belum sebulan raja mangkat, bisnis esek-esek Thailand kembali aktif kawasan prostitusi di Thailand. ©SWNS.com

Merdeka.com - Industri hiburan Thailand mati suri menyusul mangkatnya Raja Bhumibol Adulyadej. Pemerintah setempat memberikan mandat agar semua tempat hiburan ditutup selama 30 hari sebagai bentuk penghormatan kepada raja.

Namun, belum genap satu bulan Raja Bhumibol Adulyadej meninggal, distrik prostitusi Thailand sudah kembali beroperasi kemarin. Para pekerja seks terlihat berkeliaran di distrik populer itu mengenakan kostum ala pelayan, gaun mini, suspender, sepatu, garter yang semuanya serba hitam. Ini merupakan cara unik tersendiri yang dilakukan mereka sebagai tanda hormat.

"Tempat ini masih sepi. Semua orang bersedih karena raja meninggal. Tapi kita harus tetap bekerja untuk mencari uang. Tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan. Kami harus tetap mencari pelanggan," kata Lex, 26 tahun, salah seorang pekerja seks komersial di distrik tersebut, dilansir dari laman Daily Mail, Selasa (25/10).

Noi, seorang waria yang bekerja di klub dekat Nana Plaza juga angkat bicara.

"Kami mencintai raja. Kami mencintai negara kita. Aparat keamanan memahami hal ini dan mereka membiarkan kami bekerja lagi."

Bar dan diskotek memang diperbolehkan untuk beroperasi kembali dengan beberapa syarat dan ketentuan. Lampu-lampu dibiarkan meredup, musik juga dimainkan secara pelan, para penari panas hanya dibolehkan menari di balik pintu tertutup.

Selain itu, polisi dan tentara ikut berpatroli untuk memastikan tempat-tempat hiburan tutup lebih awal pukul 12 malam, bukannya pukul 2 atau 3 pagi seperti biasanya.

Dunia malam dan industri hiburan dewasa di Negeri Gajah Putih diperkirakan akan kembali setelah masa berkabung 30 hari. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP