Belum menyerang, ISIS sudah menang di Amerika, ini buktinya
Merdeka.com - Sejak serangan di Paris, Prancis 13 November lalu yang menewaskan 129 orang, dunia dibekap ketakutan akan teror dari kelompok ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Tak terkecuali negara adidaya Amerika Serikat.
ISIS memang sebelumnya sudah mengancam akan menyerang Negeri Paman Sam. Bahkan dalam sebuah video, ISIS sesumbar akan meledakkan Gedung Putih supaya Presiden Barack Hussein Obama tewas.
Hingga detik ini memang ISIS belum menyerang Amerika, tapi dari survei yang dibikin oleh Institut Penelitian Agama Publik yang dirilis Kamis lalu, sudah ada tanda-tanda ISIS justru meraih kemenangan sebelum menyerang.
Surat kabar the Independent melaporkan, Senin (14/12), sebagian publik Amerika sejak tahun lalu sudah merasakan kekhawatiran akan muncul serangan dari kelompok militan.
Pada November tahun lalu sekitar sepertiga rakyat Negeri Paman Sam takut jadi korban serangan teroris akan menimpa mereka atau keluarga.
Tahun ini sejak Teror Paris dan penembakan massal di San Bernardino, hampir separuh warga Amerika mengaku takut akan serangan serupa.
Terorisme saat ini dinilai sebagai masalah genting di Amerika, jauh lebih berbahaya ketimbang imigran ilegal dan penembakan massal.
Dalam setahun terakhir pandangan publik Amerika terhadap persoalan imigran ilegal tidak banyak berubah. Namun untuk tema terorisme dan penembakan massal publik Amerika terbelah.
Dari jajak pendapat pada bulan ini, diketahui sekitar 65 persen warga pendukung Partai Demokrat khawatir akan serangan teror. Sedangkan bagi warga simpatisan Partai Republik angka itu lebih tinggi, yakni sekitar 82 persen. Fakta itu kontras dengan kasus (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya