Beli minyak Iran, China dan Singapura bebas dari sanksi Amerika
Merdeka.com - Amerika Serikat membebaskan China dan Singapura dari sanksi karena membeli minyak Iran. Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan kedua negara Asia itu sudah mengurangi dalam jumlah besar pembelian minyak mentah dari negeri Mullah itu,
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Jumat (29/6), pengumuman itu keluar menjelang berlakunya undang-undang Amerika yang bakal mengenakan sanksi terhadap lembaga-lembaga keuangan atau negara berhubungan dengan bank sentral Iran. Bank sentral Negeri Persia itu memang menangani hampir seluruh ekspor Iran.
Amerika juga sudah membebaskan sanksi bagi Uni Eropa dan Jepang karena bersedia menurunkan impor minyak dari Iran Maret lalu. Tiga bulan kemudian kebijakan serupa juga berlaku terhadap India, malaysia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Sri Lanka, Turki, dan Taiwan.
Dengan makin banyak negara memutuskan impor minyak Iran, negara itu diperkirakan rugi USD 8 miliar. "Tindakan ini untuk memprotes program nuklir Iran yang menghabiskan biaya besar. Mereka sudah melanggar kewajiban Internasional," kata Hillary.
Embargo atas minyak Iran ini sebagai tekanan agar Teheran menghentikan program nuklir mereka. Negara-negara Barat menuding Iran sedang mengembangkan senjata pemusnah massal. Namun, berkali-kali pula para pemimpin Iran membantah. Mereka menyatakan teknologi nuklir mereka buat kepentingan sipil.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa kerap gagal menerapkan resolusi keras atas Iran karena selalu diveto Rusia dan China.
(mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya