Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Belajar dari presiden artis

Belajar dari presiden artis Ronald Reagan. Reuters.dok ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Siapa pun berhak menjadi presiden sesuai undang-undang di sebuah negara. Warga dari kalangan mana saja, bahkan selebritas sekalipun bisa berada di tampuk kepemimpinan.

Ronald Wilson Reagan pernah menjadi presiden Amerika Serikat ke-40 dan Joseph Ejercito Estrada pernah memimpin Filipina, menjadi dua contoh kepala negara di dunia berasal dari kalangan artis. Keduanya sama-sama pemain film bahkan sudah membintangi beberapa layar lebar.

Reagan misalnya, sebelum terjun jadi politisi, dia pernah berakting di film Bedtime for Bonzo (1951), lalu dia banting setir menggeluti juru bicara untuk perusahaan General Electric (GE). Saat di perusahaan inilah Reagan terjun menjadi anggota Partai Demokrat, seperti dilansir politico.com. Dia pun akhirnya mengikuti bursa presiden dan berhasil membungkam Jimmy Carter pada pemilihan umum 1980.

Dalam kenangan rakyat Amerika, Reagan presiden paling bersih pernah ada. Ekonomi Negara Adidaya itu dalam posisi yang baik dan paling perlu dicatat dalam sejarah, dia satu-satunya presiden mengundang pejabat Mujahidin Afghanistan ke negaranya. Reagan juga lurus dengan menolak pernikahan sesama jenis dan pelaku gay, lesbian, biseksual, dan transgender tidak diperbolehkan berada di tempat publik.

Satu-satunya cacat dimiliki Reagan, saat dia melobi Iran untuk membiayai kelompok oposisi Nikaragua, Contra, demi menjatuhkan rezim Daniel Ortega, menjabat saat itu. Hingga kini rakyat Nikaragua tidak akan pernah melupakan tangan kotor Reagan mengacak-acak negara mereka.

Joseph Estrada tiga dekade lebih menjadi aktor dan akhirnya maju menjadi presiden Filipina mengalahkan Fidel Ramos sebab rakyat melihat karisma pemain film tidak pernah menjadi tokoh jahat ini.

Ramos meninggalkan Estrada dengan pelbagai persoalan negara. Presiden baru itu dituntut menyelesaikan segalanya. Dengan tim ekonomi yang baik, Estrada sedikit demi sedikit bisa membangkitkan ekonomi Filipina.

Skandal dimulai saat dia dituding korupsi. Gubernur wilayah Ilocos Sur Luis Singson, teman dekat Estrada, mengaku memberikan Rp 93,6 miliar pada presiden itu. Terbukti menerima uang, dia dilengserkan oleh rakyat Filipina.

Pada dasarnya, korupsi maupun kebijakan politik setiap pimpinan tergantung dari pimpinan itu sendiri. Membiarkan korupsi bakal tumbuh subur, sebaliknya memberantas bakal berkurang sedikit demi sedikit. Pastinya, dari kalangan mana pun presiden, tetap harus membutuhkan kabinet yang solid dan mengerti kebutuhan warga negara mereka. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP