Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Begini Reaksi Joe Biden Soal Kekerasan Militer di Myanmar

Begini Reaksi Joe Biden Soal Kekerasan Militer di Myanmar Joe Biden. ©2020 REUTERS

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Joe Biden kemarin mengomentari pertumpahan darah yang terjadi dalam unjuk rasa menentang kudeta militer di Myanmar. Aparat keamanan Myanmar sedikitnya sudah membunuh 100 orang, termasuk tujuh anak pada Sabtu lalu.

"Itu parah sekali. Sangat biadab dan dari laporan yang saya terima, orang-orang seharusnya tidak perlu sampai dibunuh," kata Biden dalam jumpa pers di kampung halamannya di Delaware, seperti dilansir laman NDTV, Minggu (28/3).

Pembunuhan ratusan demonstran dan anak-anak itu terjadi bertepatan dengan Hari Angkatan Bersenjata di Myanmar.

Uni Eropa menyebut pertumpahan darah itu "sangat tidak pantas".

"Jauh dari upacara perayaan, militer Myanmar kemarin justru membuat hari itu menjadi hari penuh horor dan memalukan," kata Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrel dalam pernyataan.

Kecaman ini disampaikan setelah 12 menteri pertahanan, termasuk dari Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Australia mengutuk tindakan militer Myanmar.

"Militer profesional harusnya mengikuti standar internasional dan bertanggung jawab untuk melindungi--bukan menyakiti--rakyat," kata pernyataan bersama para menhan.

"Kami mendesak Angkatan Bersenjata Myanmar untuk menghentikan kekerasan dan berupaya mengembalikan kehormatan dan kepercayaan rakyat Myanmar yang sudah menderita karena tindakan mereka."

Menurut kelompok pemantau lokal, korban tewas sejak unjuk rasa menentang kudeta militer pada 1 Februari sudah mencapai 423 orang.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP