Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Begini Reaksi Ilmuwan China Saat WHO akan Kirim Tim Selidiki Asal Usul Virus Corona

Begini Reaksi Ilmuwan China Saat WHO akan Kirim Tim Selidiki Asal Usul Virus Corona shi zhengli. ©AFP

Merdeka.com - Seorang ilmuwan China, Profesor Shi Zhengli menyatakan pihaknya terbuka dengan kunjungan apapun ke laboratoriumnya di kota Wuhan untuk penyelidikan asal usul virus corona. Pernyataan ini disampaikan saat tim WHO sedang bersiap menuju Wuhan bulan depan untuk mulai penyelidikan.

Asal usul virus corona yang pertama kali dilaporkan di Wuhan setahun lalu memicu perdebatan, apakah virus muncul alamiah atau dari laboratorium.

Di distrik pinggiran Tongguan, Provinsi Yunnan, ilmuwan dari Institut Virologi Wuhan (WIV) memiliki pusat penelitian di sebuah gua di mana penelitian ini dipimpim Profesor Shi.

Profesor Shi mendapat pengakuan internasional karena menemukan penyakit SARS, yang menewaskan lebih dari 700 orang pada 2003. SARS disebabkan virus yang kemungkinan bersumber dari spesies kelelawar di sebuah gua di Yunnan. Bahkan sejak saat itu, Shi dikenal sebagai "Perempuan Kelelawar China", berada di barisan depan proyek yang mencoba memprediksi dan mencegah wabah.

Cara kerjanya adalah menjaring kelelawar, mengambil sampel kotorannya dan membawa sampel itu ke laboratorium di Wuhan. Tim di belakang proyek ini mengidentifikasi ratusan virus corona baru kelelawar.

Melompat alami dari kelelawar ke manusia

dari kelelawar ke manusia rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Fakta bahwa Wuhan saat ini adalah lokasi berdirinya fasilitas penelitian terkemuka di dunia, termasuk kota pertama di mana wabah Covid-19 dimulai, memicu kecurigaan dua hal ini saling berkaitan.

Pemerintah China, WIV, dan Profesor Shi dengan marah membantah tuduhan virus bocor dari laboratorium di Wuhan.

"Saya telah berkomunikasi dengan para ahli WHO dua kali," ujarnya kepada BBC melalui surel, dilansir Selasa (22/12).

"Saya secara pribadi dan jelas mengungkapkan saya akan menyambut mereka untuk mengunjungi WIV," lanjutnya saat ditanya terkait investigasi tersebut.

Apakah pihaknya akan memberi akses data eksperimen WIV dan catatan lab, Shi kembali menyatakan dia akan menyambut apapun bentuk kunjungan itu atas dasar dialog yang terbuka, transparan, kepercayaan, dapat dipercaya, dan beralasan.

"Tapi rencana spesifik tak diputuskan oleh saya," ujarnya.

Setelah itu, BBC dihubungi kantor media WIV, mengatakan pernyataan Shi itu dalam kapasitasnya sebagai pribadi, belum disetujui WIV.

Banyak ilmuwan percaya sejauh ini skenario yang paling mungkin adalah Sars-Cov-2, virus yang menyebabkan Covid-19, melompat secara alami dari kelelawar ke manusia, mungkin melalui spesies perantara.

Teori konspirasi

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kerangka acuan untuk penyelidikan WHO tidak menyebutkan teori tersebut, dan beberapa anggota tim yang terdiri dari 10 orang telah mengesampingkannya.

Peter Daszak, ahli zoologi Inggris, telah dipilih sebagai bagian dari tim karena peran utamanya dalam proyek internasional bernilai jutaan dolar untuk mengambil sampel virus liar.

Sebelumnya Dr Daszak menyebut teori kebocoran laboratorium sebagai "teori konspirasi" dan "omong kosong murni".

"Saya belum melihat bukti sama sekali tentang kebocoran laboratorium atau keterlibatan laboratorium dalam wabah ini," ujarnya.

"Saya telah melihat bukti substansial bahwa ini adalah fenomena yang terjadi secara alami yang didorong oleh perambahan manusia ke habitat satwa liar, yang dengan jelas dipamerkan di seluruh Asia Tenggara."

Ditanya tentang akses ke laboratorium Wuhan untuk mengesampingkan teori kebocoran laboratorium, dia berkata: "Bukan tugas saya untuk melakukan itu."

"WHO menegosiasikan kerangka acuan, dan mereka mengatakan kami akan mengikuti bukti, dan itulah yang harus kami lakukan," tambahnya.

Salah satu fokus penyelidikan adalah pasar di Wuhan yang dikenal karena menjual aneka satwa liar dan dikaitkan dengan sejumlah kasus awal, meskipun pihak berwenang China menganggapnya sebagai sumber virus.

Dr Daszak mengatakan tim WHO akan "melihat kelompok kasus tersebut, melihat kontaknya, melihat dari mana asal hewan di pasar dan melihat ke mana hal itu membawa kita".

Sepenuhnya transparan

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dokter dan profesor penyakit menular Pusat Kedokteran Georgetown Washington DC, Dr Daniel Lucey yakin China telah melakukan penelitian menyeluruh untuk mencari bukti awal virus dalam sampel manusia yang disimpan di rumah sakit dan di populasi hewan.

"Mereka punya kapabilitas, punya sumber daya dan punya motivasi, jadi tentu mereka sudah melakukan penelitian pada hewan dan manusia," jelasnya.

Dia menambahkan, menemukan asal usul wabah sangat penting, tidak hanya untuk pemahaman ilmiah yang lebih luas, tetapi juga agar tak muncul kembali.

"Kita harus mencari sampai kita menemukannya. Saya pikir itu bisa ditemukan dan saya kira sangat mungkin itu sudah ditemukan," katanya.

"Tapi kemudian muncul pertanyaan, mengapa tidak diungkapkan?"

Dr Lucey masih meyakini Sars-Cov-2 kemungkinan besar berasal dari alam, tetapi dia tidak ingin alternatifnya segera dikesampingkan.

"Jadi inilah kami, 12, 13 bulan sejak kasus pertama Covid-19 yang dikenali dan kami belum menemukan sumber hewannya," katanya.

"Jadi, bagi saya, itu semua adalah alasan untuk menyelidiki penjelasan alternatif."

Mungkinkah laboratorium China memiliki virus yang sedang mereka tangani yang secara genetik lebih mirip dengan Sars-Cov-2, dan apakah mereka akan memberi tahu kami sekarang jika mereka melakukannya?

"Tidak semua yang dilakukan dipublikasikan," kata Dr Lucey.

Profesor Shi juga menghadapi pertanyaan terkait alasan basis data publik online WIV soal virus tiba-tiba dimatikan.

Dia mengatakan kepada BBC, situs web WIV dan surel kantor serta surel pribadi para staf telah diserang, dan basis data tersebut dijadikan offline untuk alasan keamanan.

"Semua hasil penelitian kami dipublikasikan di jurnal berbahasa Inggris dalam bentuk makalah,” ujarnya.

"Urutan virus juga disimpan dalam basis data GenBank (berada di AS). Ini sepenuhnya transparan. Kami tidak menyembunyikan apa pun."

Baik Dr Daszak dan Profesor Shi bersikukuh penelitian pencegahan pandemi sangat penting, merupakan tugas mendesak.

"Penelitian kami berwawasan ke depan, dan sulit bagi non-profesional untuk memahaminya," kata Shi.

"Dalam menghadapi mikro-organisme yang tak terhitung jumlahnya yang ada di alam, kita manusia sangat kecil."

WHO menjanjikan penyelidikan berlangsung terbuka, tetapi pemerintah China tak menanggapi pertanyaan wartawan terkait penyelidikan ini.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP