Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bebaskan Kapal Tersangkut di Terusan Suez, 20.000 Meter Kubik Pasir Harus Dikeruk

Bebaskan Kapal Tersangkut di Terusan Suez, 20.000 Meter Kubik Pasir Harus Dikeruk Kapal kontainer raksasa tersangkut di Terusan Suez. ©European Space Agency Copernicus Sentinel-2 Satellite Image/via Maxar Technologies/Handout via

Merdeka.com - Sebanyak 20.000 meter kubik pasir harus dikeruk dari Terusan Suez untuk membebaskan kapal container yang tersangkut di sana sejak Selasa, menurut otoritas Terusan Suez (SCA).

Kapal kontainer Ever Given, yang panjangnya setinggi Empire State Building di Amerika Serikat, tersangkut akibat terpaan angin kencang dan badai pasir yang menyebabkan visibilitas rendah dan navigasinya yang buruk.

Kapal itu menghalangi jalur transportasi air tersibuk di dunia itu, mendorong dilakukannya berbagai upaya untuk membebaskan kapal termasuk mengerahkan dua unit kapal keruk, sembilan kapal penarik, dan empat alat penggali di tepi kanal.

Dilansir CNN, Jumat (25/3), SCA menyampaikan, kapal pengeruk berupaya keras mengeruk pasir dan lumpur dari haluan kapal, di mana kapal ini perlu mengeruk antara 15.000 sampai 20.000 meter kubik pasir untuk mencapai kedalaman 12 sampai 16 meter, sehingga kapal bisa mengapung kembali. Area yang harus dikeruk kapal diperkirakan sama dengan delapan kali luas kolam renang Olimpiade.

CEO perusahaan penyelamatan Boskalis, Peter Berdowski menyampaikan, kapal tersebut terjebak dalam bebatuan kokoh.

“Untungnya, kapal berada dalam kondisi baik, tidak rusak, jadi ini kondisi dasar yang penting,” jelasnya kepada televisi Belanda pada Kamis.

Smit Salvage, bagian dari perusahaan Boskalis, salah satu perusahaan yang terlibat dalam upaya pembebasan Ever Given.

SCA menyampaikan pihaknya telah membahas opsi untuk memindahkan kapal, yang memiliki panjang 400 meter dan lebar 59 meter, dengan mengeruk area di sekitarnya.

Seorang pejabat di SCA mengatakan kepada CNN, pengapungan kembali kapal besar itu "secara teknis sangat rumit" dan bisa memakan waktu berhari-hari.

Sebuah tim penyelamat ahli dari Dutch Smit Salvage dan Nippon Salvage Jepang, yang bekerja pada beberapa operasi profil tinggi di masa lalu, ditunjuk untuk membantu SCA mengangkat kembali kapal tersebut.

Ini bukan pertama kali Terusan Suez, yang dibuka pada 1869, mengalami penutupan. Terusan ini pernah ditutup antara 1956 sampai 1957 karena Krisis Suez, juga dikenal sebagai perang Arab-Israel kedua. Kemudian ditutup lagi pada 1967 ketika Israel menduduki Semenanjung Sinai, dan tidak dibuka kembali sampai 1975.

Tapi penutupan kali ini dinilai jauh lebih berdampak dari dua penutupan sebelumnya, karena tingkat perdagangan antara Eropa dan Asia meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir.

Ever Given adalah kapal milik perusahaan pelayaran Jepang, Shoei Kisen KK. Dalam sebuah pernyataan, Shoei Kisen menyampaikan permintaan kepada kapal-kapal lainnya yang sedang berlayar dan sekarang terpaksa harus terhenti.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP