Demo diberangus, aktivis lingkungan kirim ribuan sepatu ke Paris
Merdeka.com - Ribuan aktivis menggelar aksi bersama di Paris dalam rangka merebut perhatian dunia pada masalah pemanasan global yang dibahas di Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim (COP 21) Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selain berunjuk rasa, mereka mengirimkan ribuan pasang sepatu sebagai simbol solidaritas karena rencana aksi mereka ditolak Kepolisian Paris.
Toh, dengan segala pelarangan itu, unjuk rasa pegiat lingkungan sangat masif kemarin, jelang KTT Perubahan Iklim. Imbasnya, Kepolisian Paris mengamankan 208 pegiat karena dituding sengaja berbuat onar, termasuk melempari polisi dengan batu.
Sebelumnya lebih dari 10 ribu pendemo berencana mendatangi Paris untuk bergabung dalam aksi ini. Mereka berencana membentuk 'rantai manusia' dan bergandengan tangan satu sama lain berjalan sepanjang tiga kilometer. Rute yang akan mereka lalui menyusuri sejumlah pusat Kota Paris dari Place de la Republique hingga ke Place de la Nation.
Dilaporkan CNN, Minggu (29/11), aksi para pegiat lingkungan tak mendapat izin, akibat teror Paris beberapa waktu lalu. Pemerintah Prancis menolak kedatangan hampir seribu orang masuk ke Paris hingga kini.
"Aksi ini seharusnya adalah peristiwa penting bagi seluruh dunia, di mana kita bergandengan tangan untuk perubahan iklim," ucap direktur kampanye untuk Avaaz yang mengorganisir demonstrasi.

Pegiat lingkungan memajang ribuan sepatu di Paris memprotes perubahan iklim ©2015 Merdeka.com/AFP
Sementara itu, Alix Mazounie dari Kelompok Aksi Iklim Prancis mengatakan aksi mereka ini tidak akan melanggar keadaan darurat yang dilakukan pemerintah. Dia menyatakan aksi para aktivis ini bukan pembangkangan.
Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve menekankan situasi keamanan belum stabil, sebagai alasan menindak para aktivis yang nekat menggelar aksi. Dia juga memberikan status tahanan rumah bagi 24 orang aktivis lingkungan sebelum konferensi tingkat tinggi perubahan iklim di Paris digelar.
Kemarin Presiden Jokowi sudah terbang ke Paris, menghadiri forum yang dihadiri 147 kepala negara tersebut. Jokowi dan rombongan mendarat di Bandara Internasional Le Bourget, Paris tadi malam pukul 21.00 waktu setempat.
Presiden mengatakan dalam forum ini, pemerintah RI akan aktif mengusulkan program mengatasi perubahan iklim. "Kita punya 17 ribu pulau yang bisa membahayakan kalau terjadi kenaikan permukaan air laut," kata Jokowi.
Di sela-sela pelaksanaan rangkaian Forum COP 21 nanti, Presiden diagendakan menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan kepala negara Belanda, Norwegia, India dan Afrika Selatan. KTT ini digelar selama 30 November hingga 1 Desember 2016. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya