Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Batal bulan madu, pengantin baru di Irak sumbang 225 pengungsi

Batal bulan madu, pengantin baru di Irak sumbang 225 pengungsi Pengantin baru di Irak sumbang pengungsi. ©2015 Alarabiya/Dina Alazawi

Merdeka.com - Sepasang pengantin baru di Irak memutuskan untuk tidak bulan madu usai menikah. Uang yang telah mereka kumpulkan selama lima tahun ini untuk kepentingan pesta, disumbangkan kepada 225 keluarga pengungsi di Provinsi Anbar, Irak.

Mustafa al-Soufi (26) dan istrinya Alla Malath (24) melakukan kegiatan amal itu sehari setelah menikah pada 10 Oktober lalu, seperti dilaporkan Stasiun Televisi Al-Arabiya, Selasa (13/10).

"Barang yang pertama sampai ke tangan (pengungsi) yaitu selimut penghangat dan susu formula untuk bayi," ujar Soufi.

Soufi mengatakan semuanya itu mereka berikan sendiri dengan tangan mereka. Alasannya bukan untuk pamer, namun mereka takut kalau memberikan kepada pihak-pihak tertentu, bantuan itu malah tidak sampai ke tangan mereka yang membutuhkan.

"Hampir seluruh barang kami berikan dengan tangan kami sendiri. Kami takut kalau tidak begitu para warga yang ada di kemah pengungsi tidak mendapatkan barang yang kami berikan," lanjut pria bertubuh tambun ini.

pengantin baru di irak sumbang pengungsi

Semua barang disumbangkan untuk para keluarga dari Anbar, yang sekarang tinggal di kemah pengungsi di Distrik Ghazaliya di Ibu Kota Baghdad. Setiap bayi di kemah pengungsi itu menerima 24 botol susu dari pasangan pengantin baru ini.

Beberapa pengungsi mengeluh pada Soufi mengenai pihak administrasi kemah yang mengambil bantuan dari pemerintah, yang sebenarnya ditujukan bagi para pengungsi ini. Namun, pihak administrasi membantah klaim para pengungsi tersebut.

Pengelola kamp sempat mengingatkan Soufi dan Alla agar tidak memberi sumbangan pada para pengungsi. Para pelarian dari Suriah itu disebut berbohong demi mendapat lebih banyak bantuan.

"Pengelola kamp pengungsi menjelaskan yang mengeluhkan hal ini sebagai pembohong. Namun, situasi di kemah tersebut memang sangat menyedihkan," tutur Soufi.

Soufi menggambarkan beberapa keluarga tidur berdempetan di atas selembar tikar plastik, sementara beberapa keluarga lain malah tidur bersentuhan dengan tanah.

Kedua pasangan ini mengharapkan kehidupan para pengungsi bisa lebih baik nantinya. Mereka berharap pemerintah Irak segera menangani hal ini dengan segera agar para pengungsi dapat hidup dengan layak.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP