Bantuan kemanusiaan dihentikan, pengungsi Suriah bakar diri
Merdeka.com - Mariam al-Khawli, ibu dari empat anak asal Suriah, pekan lalu membakar dirinya sendiri karena putus asa setelah bantuan keuangan dan makanan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dihentikan. Dia membakar diri di depan kantor PBB di Libanon.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Kamis (3/4), Mariam bersama suami dan empat anaknya itu mengungsi dari Suriah ke Libanon dua tahun lalu.
Sejak Agustus 2012 dia mendapat bantuan makanan dan keuangan dari PBB. Namun pada Agustus tahun lalu bantuan itu dihentikan. Menurut seorang pejabat PBB penghentian bantuan itu akibat kurangnya dana di PBB.
Sementara itu seorang remaja dari wilayah tengah Suriah menjadi pengungsi kesejuta tiba di Libanon kemarin.
"Mereka mengatakan kepada kami tidak akan menghentikan bantuan bagi siapa pun punya masalah kesehatan. Suami saya paru-parunya bernanah dan tidak berfungsi," kata Mariam pekan lalu.
Tiga anak Mariam juga kena gangguan darah dan keluarga mereka sangat bergantung pada bantuan.
"Saya memilih mati ketimbang melihat anak-anak saya mati berkali-bekali di depan mata saya," kata dia kepada wartawan CNN.
Kisah Mariam makin terkenal dalam beberapa hari terakhir setelah muncul di sejumlah media Libanon.
"Mereka membakar hati saya sebelum membakar badan saya. Mereka membakar hati saya dari dalam," kata dia.
Namun Mariam masih beruntung bisa diselamatkan. Dia kini dirawat di rumah sakit. Sekitar 70 persen tubuhnya mengalami luka bakar. Tapi kata dokternya, Gabriel al-Sabeh, dia bisa sembuh dalam beberapa bulan, jika dia tetap bertahan. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya