Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bantah lakukan pelecehan, ini alasan Duterte cium TKW Filipina

Bantah lakukan pelecehan, ini alasan Duterte cium TKW Filipina Presiden Filipina Rodrigo Duterte. AFP/ TED ALJIBE

Merdeka.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte dikenal sebagai pemimpin yang seringkali melakukan tindakan tak terduga. Kali ini, dia terlibat kontroversi karena mencium seorang wanita.

Tindakan tersebut dilakukan Duterte saat menjadi pembicara di hadapan para diaspora dan TKW asal Filipina di Seoul, Korea Selatan. Saat itu, dua perempuan dipanggil ke panggung untuk bergabung dengannya.

Duterte membagikan salinan buku secara gratis kepada keduanya. Namun sebagai imbalan, Duterte meminta salah satu perempuan untuk menciumnya di bagian bibir.

Semula wanita tersebut tampak ragu. Setelah maju-mundur untuk mengulur waktu, Duterte pun lantas membungkuk dan mencium wanita tersebut di bagian bibir. Kontan tindakan Duterte memicu kecaman dari masyarakat dan juga aktivis hak asasi manusia.

Mereka menilai Duterte telah melakukan pemaksaan dan melecehkan wanita. Namun, Duterte membantah telah melakukan pelecehan. Melalui juru bicaranya, Duterte menyampaikan alasan melakukan tindakan itu.

"Ciuman di acara terbuka dari Presiden Duterte terhadap seorang perempuan adalah bentuk 'kasih sayang' yang ingin ditunjukkan kepada pekerja Filipina di luar negeri," kata juru bicara kepresidenan Harry Roque, dikutip dari CNN, Selasa (5/6).

"Itu adalah momen ringan yang sangat diterima di budaya orang Filipina. Ciuman itu juga yang membuat presiden populer di kalangan rakyatnya," tambah Roque.

Tanggapan itu mengundang berbagai reaksi dari masyarakat. Ada yang berkeras menuding Duterte menyalahgunakan kekuasaannya untuk melecehkan perempuan. Namun ada juga yang membela Duterte dengan mengatakan tindakannya hanya bentuk candaan dari kelompok etnisnya, Visayans.

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP