Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banjir dan longsor terjang Peru, 48 orang tewas

Banjir dan longsor terjang Peru, 48 orang tewas Banjir di Peru. ©2017 CNN.com

Merdeka.com - Banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah lokasi di Peru. Bencana ini telah menewaskan hingga 48 orang, termasuk enam di antaranya pekerja tambang yang tertimbun longsoran di selatan negara ini.

Dilansir Aljazeera, Kamis (16/2), bencana ini disebut sebagai yang salah satu terburuk. Seperti di Jakarta, banjir dan longsor iru disebabkan hujan deras yang berlangsung sepanjang hari.

Banjir di negara Amerika Selatan ini tak hanya disebabkan iklim dan cuaca buruk, tapi juga kondisi topografi menjadi salah satu faktor terbesar penyebab banjir Peru.

Peru dikelilingi Samudera Pasifik yang dingin di barat dan hutan Amazon dataran rendah di bagian timur. Bagian tengah negeri itu terdapat pegunungan Andes dengan ketinggian puncak sekitar 6.000 meter dan kawasan dataran tinggi antara 3.000 sampai 4.000 meter.

Banjir terburuk terjadi di bagian pusat dan utara negara itu, ditambah dengan musim hujan secara berturut-turut di daerah pusat dan timur. Hujan berlangsung secara intens.

Para pejabat menuding hujan tersebut terjadi akibat El Nino, pemanasan permukaan air di timur Pasifik. Akan tetapi tuduhan itu sangat kontradiktif di mana negara itu sedang berada dalam 'fase alami' di Pasifik, dengan iklim El Nino terbesar pada 2015/16, lalu disusul La Nina pada paruh kedua 2016.

hanya saja, temperatur permukaan diketahui berada di atas rata-rata, sehingga menyebabkan perubahan cuaca ekstrem dalam beberapa bulan terakhir.

Banjir ini terjadi setelah musim kering melanda di wilayah Andean-Amazon, dan sifat ekstrem cuaca di Peru. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi terhambat dan naiknya harga-harga pangan.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP