Bangsa Aborigin di Australia ingin merdeka

Reporter : Vincent Asido Panggabean | Jumat, 31 Mei 2013 15:11




Bangsa Aborigin di Australia ingin merdeka
Bangsa Aborigin Australia. britannica.com

Merdeka.com - Keinginan untuk merdeka dari Australia telah ditunjukkan Bangsa Aborigin belum lama ini. Pada 31 Maret lalu, mereka mengambil langkah pertama untuk mengakhiri pemerintahan kolonial yang berlangsung lebih dari 200 tahun, dengan mengirim surat kepada Ratu Elizabeth II dan pemerintah Australia, menuntut sebuah perjanjian atau akta penghentian.

Pada 30 Maret, Bangsa Aborigin juga telah mendeklarasikan berdirinya Republik Murrawarri, yang menjadi rumah bagi orang Aborigin tinggal, sekitar 750 kilometer barat laut Kota Sydey, Negara Bagian dari New South Wales (NSW). Mereka menyebut telah menetap di sana ribuan tahun sebelum kedatangan bangsa Inggris, seperti dilansir majalah Time, Kamis (30/5).

"Ketika Kapten Cook tiba di sini pada 1770, saat itu dia mengklaim benua ini atas nama Kerajaan Inggris. Namun, atas dasar hukum apa dia bisa mengambil tanah kami?," kata Sharni Hooper, anak dari Ketua Dewan Rakyat Murrawarri, Fred Hooper.

Gerakan kedaulatan Aborigin di Australia sudah dapat dilihat pada 1972. Ketika itu, tepatnya pada 26 Januari saat perayaan Hari Australia, sebuah kelompok milisi kulit hitam membuat sebuah tenda di lapangan Gedung Parlemen Australia di Ibu Kota Canberra

Kelompok yang menamakan diri mereka sebagai Gerakan Kedutaan Kemah Aborigin ini mendukung hak atas tanah pribumi dan mendorong duta besar mereka, Michael Anderson, menjadi perhatian internasional. Anderson sendiri melanjutkan pendidikannya di bidang hukum dan bekerja sebagai jaksa penuntut umum. Dia menjadi orang pribumi pertama Australia yang berpidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1981.

"Tidak ada di dalam undang-undang Australia yang menunjukkan bagaimana Inggris memperoleh perlindungan politik dan berdaulat atas Bangsa Aborigin," kata Anderson. "Mereka tidak pernah meminta kedaulatan kita, dan kita tidak pernah menyerahkan. Jadi kami datang dengan sebuah hipotesis bahwa Inggris tidak pernah benar-benar punya kuasa di negeri ini."

Anderson merupakan penggerak Pemerintahan Sementara Bangsa Pertama Persatuan Nasional, sebuah organisasi yang membawahi dan mewakili aspirasi dari 300 anggota Bangsa Aborigin Australia ingin berdaulat.

[fas]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Australia

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Kalahkan wakil Jepang, startup Indonesia rajai Startup Arena
  • Loyalis: Ical tolak keinginan Akbar, Munas tetap digelar di Bali
  • [Foto] Dandan ala fashionista, North West lucunya nggak nahan
  • Inilah Linshof i8, smartphone unik nan sangar dari Jerman!
  • 'Punya' anak pengidap kanker, Prisia Nasution belajar ke saudara
  • Proyek-proyek Jokowi ini dihentikan Ahok setelah jadi gubernur
  • Rampok kocak di China mau disuruh antre bareng nasabah
  • [VIDEO] Dance seksi Hello Venus tembus 1 juta penonton
  • 5 Instruksi Presiden Jokowi pada dirut baru Pertamina
  • Jurus jitu Jokowi dan panglima buat prajurit TNI-Polri mesra
  • SHOW MORE