Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bangladesh larang muslim Rohingya menikah dengan warganya

Bangladesh larang muslim Rohingya menikah dengan warganya Pengungsi Rohingya. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Bangladesh resmi melarang pernikahan antara warganya dengan suku Rohingya. Mereka menuding Rohingya menikah dengan penduduk Bangladesh hanya ingin mendapatkan kewarganegaraan.

Situs straitstimes.com melaporkan, Kamis (10/7), Menteri Hukum Syed Anisul Haque menyerukan pada para penghulu agar tidak menikahkan warga nekat kawin dengan orang Rohingya maupun antar suku mereka sendiri.

Anisul mencurigai warga Rohingya menggunakan sertifikat pernikahan untuk mendapat paspor Bangladesh dan dokumen resmi lainnya. Rohingya yang menikah dengan warga negara itu otomatis mendapat semua kemudahan ini. "Dengan mendaftarkan pernikahan di Bangladesh ini cara lain membuktikan mereka warga sini," ujar Anisul.

Anisul menambahkan tidak ada tempat bagi Rohingya di Bangladesh. Juru bicara kementerian hukum Abdullah Al shahin juga menegaskan akan ada sanksi jika warga Rohingya melanggar ketetapan.

Sekitar 300 ribu warga muslim Rohingya tinggal di pesisir selatan Bangladesh yang berbatasan dengan Myanmar. Mereka melarikan diri dari sana setelah dianiaya warga Buddha dan sudah berlangsung sejak 1990-an.

Bentrokan sektarian terbesar berlangsung dua tahun lalu di Negara Bagian Rakhine, Myanmar Barat. Konflik ini menewaskan sekitar 140 ribu muslim Rohingya. Di Bangladesh sendiri hanya sekitar 28 ribu pengungsi yang sudah mendapat pengakuan dan menikmati bantuan disediakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kelompok hak asasi mengkritik keras perlakuan Bangladesh pada Rohingya terutama membiarkan suku minoritas ini terancam kelaparan.

(mdk/din)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP