Bali Communique dan Gender Declaration jadi hasil IORA tahun ini
Merdeka.com - Dua dokumen akan dikeluarkan sebagai hasil pertemuan Indian Ocean Rim Association (IORA) tahun ini. Dua dokumen itu adalah Bali Communique dan Gender Declaration. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan kedua dokumen itu akan dibicarakan dalam pertemuan tingkat menteri IORA itu.
"Pertemuan ini akan diteruskan Afrika Selatan dan Australia. Kita nantinya akan menyelesaikan semua dokumen dari pertemuan, yaitu Bali Communique dan Gender Declaration," ujar Menlu Retno sesaat sebelum meninggalkan Bali, di Nusa Dua, Kamis (27/10).
Selain menyelesaikan dokumen hasil, para kepala delegasi dari anggota IORA dan beberapa lainnya juga akan membahas persiapan pertemuan tingkat kepala negara.
"Kita juga akan membahas persiapan untuk IORA Concord yang menjadi dokumen penting untuk memperingati 20 tahun IORA," serunya.
Dalam pembahasan mengenai pertemuan kepala negara, Menlu Retno mengharapkan ada masukan dari para anggota IORA mengenai KTT yang akan dilaksanakan Maret tahun depan. Selain dokumen dan persiapan KTT, para kepala delegasi juga membahas soal action plan untuk melengkapi dokumen tersebut.
Menlu Retno mengatakan, mereka sudah menyiapkan action plan tersebut, namun harus ada komitmen dari para anggota IORA untuk melakukannya.
"Selain komitmen politik untuk mempertegas dan memperkuat kerja sama IORA, kita juga sudah menyusun action plan agar lebih mudah untuk menjalankan hasil dari dokumen tersebut, dan semuanya sudah kita siapkan," jelas mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda tersebut.
Rangkaian pertemuan IORA akan ditutup hari ini dengan pertemuan tingkat menteri. Sayangnya, Menlu Retno tidak bisa mengikuti rangkaian acara terakhir dan membatalkan semua pertemuan bilateral dengan enam negara karena harus menghadiri upacara pemakaman ayahnya di Semarang. Menlu Retno meninggalkan Bali pukul 11 siang WITA. (mdk/che)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya