Badai hantam Taiwan, 1,8 juta penduduk dievakuasi
Merdeka.com - Badai topan Nepartak menghantam sebagian wilayah Taiwan pada Jumat (8/7) pagi. Badai ini memporak-porandakan kota, menggulingkan mobil dan menghancurkan rumah di taipei.
Wilayah paling parah dampak topan ini ada di sebelah timur Taiwan, Taitung. Kecepatan angin mencapai 234 km/jam.
The Guardian melaporkan akibat badai ini satu orang tewas dan 66 lainnya luka-luka.
Badai Nepartak menghantam pantai timur Taiwan diawali hujan deras dan angin selama beberapa jam sebelumnya. Badai ini juga membuat tanah longsor di beberapa daerah.
Bangunan dan mobil-mobil di jalan hancur oleh badai terbesar di Taiwan tersebut. Sebanyak 1,84 juta orang juga telah dievakuasi ke daerah yang lebih aman.
Kantor-kantor dan sekolah tutup hari ini dan ratusan penerbangan dibatalkan di dua bandara utama di Taipei.
Kondisi terparah berada di Taiwan tengah dan Taiwan selatan. Badai Nepartak ini diperkirakan akan menyerang pusat kota Taipei dan sampai di Tiongkok timur.
Sejauh ini, pemadaman listrik telah dilakukan pada 1.300 rumah di Taiwan. Warga menyebut Taiwan seperti kota mati akibat badai ini.
Badai Nepartak adalah badai yang cukup ditakuti di Taiwan. Bencana ini adalah yang terbesar bagi Taiwan di 2016.
Pada 2015, badai Dujuan menewaskan tiga orang dan menyebabkan 300 lainnya luka-luka. Pada 2009, topan Morakot menewaskan lebih dari 600 orang dan sebagian dari mereka terkubur di tanah longsor.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya