Ayah terduga pelaku bom Manchester bantah anaknya terkait militan
Merdeka.com - Ayah Salman Abedi, terduga pelaku bom bunuh diri di Manchester Arena, Inggris, Senin malam, membantah anaknya terkait dengan kelompok militan.
Ramadan Abedi, sang ayah, mengatakan dia baru saja berbicara dengan anaknya lima hari lalu. Ramadan menuturkan putranya yang berusia 22 tahun itu tampak biasa saja dan dia sedang bersiap akan ke Arab Saudi.
Menurut Ramadan, anaknya itu baru saja pulang dari Libya 1,5 bulan lalu.
"Kami tidak setuju dengan membunuh orang tidak berdosa. Ini bukan kami," kata Ramadan kepda kantor berita The Associated Press melalui sambungan telepon dari Tripoli, seperti dilansir laman Time, Rabu (24/5).
Ramadan juga menuturkan, anaknya yang lain, Ismail, juga ditangkap di Inggris Selasa pagi. Salman, kata dia, tadinya akan ke Arab Saudi lalu ke Libya untuk melaksanakan ibadah puasa bersama keluarga.
Menurut Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA), Abedi merupakan keturunan Libya yang lahir dan menetap di Manchester, Inggris. Dia diketahui kuliah di Universitas Salford, Manchester, September lalu. Namun, menurut juru bicara kampus, Abedi sudah tidak masuk kelas dalam beberapa bulan terakhir.
Identitas Abedi terungkap melalui kartu ATM dalam kantung pakaiannya ditemukan polisi di lokasi ledakan. Setelah dilakukan pemindaian lewat teknologi pengenal wajah, polisi memastikan identitas pemuda itu.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya