Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Austria Perintahkan Lockdown Nasional untuk Warga yang Belum Divaksinasi

Austria Perintahkan Lockdown Nasional untuk Warga yang Belum Divaksinasi Kanselir Austria, Alexander Schallenberg saat pengumuman lockdown nasional untuk warga yang belum di. ©Leonhard Foeger/Reuters

Merdeka.com - Pemerintah Austria memerintahkan lockdown nasional untuk orang yang belum divaksinasi Covid-19, tindakan yang bertujuan untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Kebijakan ini mulai berlaku pada Minggu dini hari, melarang orang yang tidak divaksinasi berusia di atas 12 tahun keluar dari rumah mereka kecuali untuk aktivitas dasar seperti bekerja, belanja, keluar untuk jalan kaki atau pergi vaksinasi.

Pemerintah khawatir dengan meningkatnya kematian dan staf rumah sakit tidak akan bisa lagi menangani meningkatnya pasien Covid.

"Tugas kita sebagai pemerintah Austria untuk melindungi rakyat," kata Kanselir Alexander Schallenberg kepada wartawan di Wina pada Minggu, seperti dikutip dari Al Jazeera.

"Oleh karena itu kami memutuskan mulai Senin, akan ada lockdown untuk orang-orang yang tidak divaksinasi," lanjutnya.

Kantor berita APA melaporkan, lockdown ini mempengaruhi sekitar 2 juta warga di negara berpenduduk 8.9 juta itu.

Schallenberg mengatakan, lockdown akan berlangsung selama 10 hari dan polisi diminta untuk mengawasi memeriksa yang keluar untuk memastikan mereka telah divaksinasi, namun dia mengatakan polisi tidak akan melakukan patroli untuk mengawasi lockdown.

Orang yang tidak divaksinasi bisa didenda sampai 1.450 euro atau sekitar Rp 23.6 juta jika mereka tidak mematuhi pembatasan tersebut.

Austria salah satu negara di Eropa barat dengan tingkat vaksinasi terendah, sekitar 65 persen dari total populasi yang telah divaksinasi lengkap.

Dalam beberapa pekan terakhir, negara ini menghadapi tren infeksi virus corona yang mengkhawatirkan. Pada Minggu, dilaporkan 11.552 kasus baru, naik dari 8.554 dari sepekan yang lalu.

Schallenberg mengatakan, dengan tingkat vaksinasi saat ini, negaranya bisa terjebak dalam lingkaran setan. Karena itu tingkat vaksinasi perlu ditingkatkan.

Angka infeksi tujuh hari berada pada angka 775,5 kasus baru per 100.000 penduduk.

Schallenberg menunjukkan, angka infeksi tujuh hari untuk orang yang divaksinasi telah menurun dalam beberapa hari terakhir, angka yang sama meningkat dengan cepat pada warga yang belum divaksinasi.

Kanselir tersebut juga meminta warga yang telah divaksinasi mendapatkan suntikan penguat atau booster mereka.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP