Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Australia: Risiko terorisme meningkat di Indonesia

Australia: Risiko terorisme meningkat di Indonesia Teroris dikawal ketat Densus 88. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Pemerintah Australia merilis peringatan terkait informasi aktivitas kelompok teroris melakukan persiapan serangan serius ke Indonesia. Oleh sebab itu, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) meluncurkan peringatan perjalanan (travel advisory) kepada warganya yang berencana bepergian ke Indonesia.

"Indikasi terbaru menyebutkan teroris mungkin akan meningkatkan level persiapan mereka di Indonesia. Kami menyarankan agar para warga negara kami dapat lebih berhati-hati lagi, terutama yang berada di kota destinasi wisata seperti Jakarta, Bali, dan Lombok," ungkap pernyataan DFAT, seperti diberitakan News.com.au, Kamis (25/2).

Intelijen Negeri Kanguru tidak merinci setinggi apa tingkat ancaman teroris yang dimaksud. Namun dalam pengumuman ini disampaikan, berkaca dari insiden sebelumnya, warga Australia di Indonesia perlu mewaspadai titik-titik rawan lantaran insiden dapat terjadi sewaktu-waktu dan di mana saja.

"Tempat-tempat seperti klub malam, bar, kafe, restoran, hotel internasional, bandara dan tempat ibadah, adalah lokasi potensial bagi para pelaku teror melancarkan aksi," menurut DFAT.

Diketahui, DFAT akhir pekan lalu turut menyuarakan adanya risiko terorisme serupa di Kuala Lumpur, Malaysia. Jaringan teror disebut-sebut merencanakan serangan menyasar warga Barat atau lokasi dipenuhi orang asing-asing. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP