Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Australia marah, tarik duta besar dari Indonesia!

Australia marah, tarik duta besar dari Indonesia! Tony Abbott. heraldsun.com.au

Merdeka.com - Australia berang terhadap keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tetap mengeksekusi mati kedua warganya, yakni Andrew Chan and Myuran Sukumaran. Sebagai tanggapannya, negara ini akan menarik Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson.

Penarikan duta besar ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Tony Abbott dalam konferensi persnya di Canberra, Rabu (29/4) pagi. Abbott bahkan menyebut eksekusi terhadap duo Bali Nine ini sebagai tindakan kejam dan tidak perlu.

"Kami menghormati kedaulatan Indonesia, tapi kami menyesalkan apa yang sudah terjadi dan ini tidak bisa diselesaikan dengan mudah. Atas alasan itu, kami akan menarik duta besar kami untuk berkonsultasi," ujar Abbott seperti dikutip dari The Sydney Morning Herald, rabu (29/4).

Tak hanya menarik duta besar, Abbott juga menyebut hubungan antara Indonesia dan Australia kini memasuki masa-masa gelap. Penarikan duta besar ini baru pertama kali dilakukan Australia, termasuk ketika Singapura mengeksekusi terpidana kasus narkoba Van Tuong Nguyen pada 2005 lalu.

Topik pilihan: Eksekusi Mary Jane Ditunda | Jaringan narkoba di Lapas

"Saya menekankan ini sangat penting bagi hubungan antara Australia dan Indonesia tapi kini telah memburuk setelah apa yang sudah terjadi beberapa jam sebelumnya."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Australia Julie Isabel Bishop mengatakan Duta Besar Paul Grigson akan kembali ke Australia akhir pekan ini untuk berkonsultasi dengan pemerintah, salah satunya membicarakan mengenai masa depan hubungan kedua negara.

"Penarikan duta besar ini untuk menunjukkan ketidaksenangan terhadap bagaimana warga kami diperlakukan," tegas Bishop.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP