Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Asma al-Assad, kemewahan mawar padang pasir

Asma al-Assad, kemewahan mawar padang pasir Asma al-Assad, istri Presiden Suriah Basyar al-Assad. Ia dikenal gila belanja barang-barang mahal. (www.dw.de)

Merdeka.com - Cantik dan berkelas, demikian transformasi Ibu Negara Suriah Asma al-Assad. Dia pernah mendapat julukan mawar dari padang pasir karena kecantikannya memukau dunia.

Asma sempat menjadi laporan utama di majalah gaya hidup ternama Vogue. Ia dipercaya bakal membawa kedamaian bagi Suriah kala itu tengah menghadapi pelbagai masalah dalam negeri seperti kemiskinan dan konflik politik.

Tetapi perkiraan media dunia, termasuk Vogue, salah besar. Asma malah tenggelam menjadi bagian tirani dari pemerintahan Basyar al-Assad, suaminya. Sebagai protes, Vogue menghapus semua tulisan mengenai perempuan 36 tahun ini. Sikap apatisnya terhadap konflik Suriah membuat kalangan Internasional memaki dia habis-habisan.

Dia banyak disorot negatif terutama lantaran hobinya belanja dan menghabiskan uang negara sesuka hati setelah surat elektronik berisi daftar belanjanya dibongkar situs Wikileaks, sebelumnya, ia kerap membuang duit demi membeli barang mahal ala sosialita.

Gemar belanja lewat Internet, Asma sampai-sampai membuat nama fiktif. Ia melakukan ini untuk menyamarkan identitasnya. Salah satu nama terdeteksi digunakan yakni Alia Kayali. Asma biasa memakai nama ini kala membeli perhiasan, furnitur buatan tangan, dan sepatu mahal.

Asma hobi mengoleksi aksesoris dan busana mewah. Sepatu label Christian Louboutin berharga puluhan juta rupiah, tas merek Louis Vuitton edisi khusus produksi terbatas senilai Rp 400 juta-an, seperti dilansir surat kabar the Guardian. Pakaiannhya paling murah seharga satu sepeda motor bebek di Indonesia.

Parlemen Uni Eropa Maret lalu telah membekukan rekening bank dan aset berharga Asma dan Assad. Tak hanya itu, pasangan ini dan keluarga mereka dilarang menginjakkan kaki ke Eropa untuk liburan atau perjalanan lain. Tapi keduanya masih bisa ke Inggris buat menjenguk orang tua Asma di London.

Penolakan dunia atas rezim Assad sebagai tekanan agar segera menuntaskan konflik Suriah. Tapi tak seperti diharapkan, Asma dan suaminya justru makin angkuh di tengah kecaman internasional yang kian keras. Entah sampai kapan hati mereka beku atas kondisi negaranya. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP